Bola

Skor Inter Milan Vs Como 3-2: Chivu Kembalikan Spirit “Pazza Inter”

Advertisement

Inter Milan U-19 asuhan Cristian Chivu berhasil membalikkan keadaan dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Como 3-2 dalam leg kedua semifinal Coppa Italia, sekaligus memastikan satu tempat di final. Kemenangan ini seolah mengembalikan semangat “pazza Inter” yang dikenal dengan pertandingan dramatis.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, tim tuan rumah sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Martin Baturina pada menit ke-32 dan Lucas Da Cunha di menit ke-48. Namun, Inter Milan menunjukkan ketangguhan mental yang luar biasa.

Sepasang gol dari Hakan Calhanoglu pada menit ke-69 dan ke-86 berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Keberhasilan timnya bangkit dari ketertinggalan diapresiasi oleh pelatih Cristian Chivu.

“Kami memiliki skuad yang telah bermain sangat baik sejak awal musim, jadi ketika mereka dipanggil, mereka menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan,” ujar Chivu kepada Sport Mediaset, merujuk pada pemain yang masuk dari bangku cadangan.

Gol Kemenangan dari Bangku Cadangan

Pahlawan kemenangan Inter Milan tercipta pada menit ke-89 melalui gol Petar Sucic, yang baru saja dimasukkan Chivu pada menit ke-60 menggantikan Piotr Zielinski. Gol tersebut memastikan kemenangan 3-2 untuk Inter dan membawa mereka unggul agregat 3-2 atas Como.

“Mereka yang masuk dari bangku cadangan hari ini memahami momen tersebut dan apa yang perlu dilakukan, jadi (Andy) Diouf, Sucic, dan Pio Esposito semuanya melakukan bagian mereka dan menunjukkan keberanian,” tambah Chivu.

Ia melanjutkan, “Ini adalah tim yang semuanya ingin bersaing hingga akhir.”

Sebelumnya, pada leg pertama semifinal yang digelar di markas Como, kedua tim bermain imbang tanpa gol 0-0. Kemenangan di leg kedua ini memastikan Inter Milan melangkah ke final Coppa Italia 2025-2026.

Advertisement

Mengembalikan Spirit “Pazza Inter”

Chivu menyoroti bahwa pasukannya telah menunjukkan karakter pemenang dalam dua pertemuan melawan Como. Hal serupa terjadi pada pekan ke-31 Liga Italia, di mana Inter Milan juga sempat tertinggal 0-2 saat bertandang ke kandang Como, sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan menang 4-3.

Kemampuan tim untuk bangkit dari ketertinggalan ini mengingatkan kembali pada julukan “pazza Inter,” yang merujuk pada pertandingan-pertandingan atraktif dengan hasil yang terkadang di luar dugaan.

Istilah “pazza” dalam bahasa Italia berarti gila. Julukan ini melekat pada Inter Milan di masa lalu karena seringkali menampilkan pertandingan yang penuh drama dan hasil yang tak terduga.

Saat Antonio Conte melatih Inter (2019-2021), label “pazza Inter” diupayakan untuk dihilangkan demi mengejar kestabilan tim. Namun, kini, semangat tersebut seolah kembali hidup di bawah kepelatihan Cristian Chivu.

“Kami menyadari apa yang dilakukan Como, dan kami berhasil mencetak banyak gol ke gawang salah satu tim dengan rekor pertahanan terbaik di Italia,” ungkap Chivu.

Ia menambahkan, “Para pemain ini sangat peduli dengan kebaikan Inter sehingga mereka berjuang sekeras ini untuk membalikkan keadaan.”

“Membalikkan ketinggalan 2-0 melawan Como dua kali dalam 10 hari, hanya Pazza Inter yang yang bisa melakukan itu,” tutup Cristian Chivu.

Advertisement