Tim Cook mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Apple pada Senin, 20 April 2026, waktu Amerika Serikat. Keputusan ini menandai akhir dari era kepemimpinan yang membawa saham perusahaan teknologi raksasa itu melesat lebih dari 2.000 persen sejak ia menjabat pada Agustus 2011.
Kursi orang nomor satu di Apple akan resmi dilepas Cook per 1 September 2026. Di bawah kepemimpinannya, Apple tidak hanya mempertahankan posisinya di puncak industri teknologi, tetapi juga mencatatkan pertumbuhan finansial yang luar biasa.
Perjalanan Saham Apple di Bawah Tim Cook
Catatan dari Bloomberg yang dikutip Business Insider menunjukkan pola kenaikan saham Apple yang bertahap sejak Cook mengambil alih. Awalnya, kenaikan terjadi secara perlahan hingga sekitar tahun 2015.
Memasuki periode 2016 hingga 2019, pertumbuhan saham mulai terlihat lebih konsisten. Hal ini didorong oleh siklus pembaruan iPhone yang sukses serta kontribusi yang semakin besar dari lini layanan (services) seperti App Store, iCloud, dan produk lainnya.
Lonjakan yang lebih signifikan terjadi pada tahun 2020. Pandemi COVID-19 secara tak terduga mendorong peningkatan permintaan perangkat digital dan layanan berbasis online. Momentum ini berlanjut hingga 2022 dengan pertumbuhan yang semakin agresif.
Peningkatan harga saham Apple terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Pada Desember 2025, saham Apple tercatat mengalami peningkatan sebesar 2.040 persen.
Menyusul kabar pengunduran diri Cook, saham Apple dilaporkan turun tipis 1 persen pada perdagangan Senin, 20 April 2026, menjadi 273,05 dollar AS per lembar.
Transisi Kepemimpinan dan Tantangan ke Depan
Pengunduran diri Tim Cook juga terjadi di tengah perhatian investor terhadap kemampuan Apple dalam mengembangkan kecerdasan buatan (AI), dibandingkan dengan perusahaan teknologi besar lainnya.
Analis Wedbush Securities, seperti dikutip KompasTekno dari Business Insider, menyatakan, “Tim Cook meninggalkan warisan abadi di Apple dan akan ada banyak tekanan bagi [penggantinya] untuk melanjutkan kesuksesan, terutama di bidang AI.”
Kursi CEO Apple selanjutnya akan ditempati oleh John Ternus, yang sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering di Apple. Tim Cook sendiri akan mengalihkan perannya menjadi Executive Chairman di jajaran dewan direksi Apple.
Warisan Inovasi dan Finansial
Tim Cook mengambil alih kepemimpinan Apple pada 24 Agustus 2011, tak lama sebelum kepergian pendiri legendaris Steve Jobs. Pada masa itu, banyak pihak meragukan kemampuan Cook, seorang ahli rantai pasok, untuk meneruskan inovasi era Jobs.
Namun, rekam jejak finansial Apple di bawah kepemimpinannya berbicara lebih nyaring. Kapitalisasi pasar Apple meroket lebih dari 1.000 persen, dari sekitar 350 miliar dollar AS menjadi menembus 4 triliun dollar AS. Apple menjadi perusahaan pertama dalam sejarah yang mencapai valuasi 1, 2, dan 3 triliun dollar AS.
Pendapatan tahunan perusahaan juga mengalami lonjakan signifikan, dari 108 miliar dollar AS pada tahun 2011 menjadi lebih dari 416 miliar dollar AS pada tahun fiskal 2025.
Selain pencapaian finansial, era kepemimpinan Cook juga menyaksikan peluncuran lini produk baru yang kini menjadi tulang punggung perusahaan. Di bawah pengawasannya, Apple sukses meluncurkan Apple Watch, AirPods, transisi ke chipset kustom Apple Silicon (M-series), hingga perangkat mixed reality Apple Vision Pro.
Divisi Layanan (Services) juga mengalami ekspansi dramatis, mengubah App Store, Apple Music, dan iCloud menjadi mesin penghasil pendapatan yang kuat.
“Ini adalah keistimewaan terbesar dalam hidup saya untuk bisa menjadi CEO Apple dan dipercaya memimpin perusahaan yang begitu luar biasa,” tulis Cook dalam surat terbuka yang dirilis Apple.






