Tim Cook akan mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO Apple pada 1 September 2026, mengakhiri hampir 15 tahun kepemimpinannya yang penuh gebrakan. Keputusan ini menandai era baru bagi raksasa teknologi tersebut, yang di bawah nahkoda Cook, mengalami lonjakan valuasi dari 350 miliar dollar AS menjadi lebih dari 4 triliun dollar AS.
Perjalanan Cook di Apple dimulai pada 1998, direkrut langsung oleh Steve Jobs yang baru kembali ke perusahaan. Keputusan ini diambil Cook meski banyak yang menyarankan sebaliknya, mengingat kondisi Apple yang belum stabil kala itu. Ia melihat potensi dan tujuan hidupnya di Apple, sebuah keyakinan yang terbukti jitu.
Jejak Awal Cook: Merombak Operasional Apple
Sejak awal bergabung sebagai Senior Vice President bidang Operasi, Cook langsung menunjukkan taringnya. Ia merevolusi model manufaktur Apple, beralih dari kepemilikan pabrik ke kemitraan dengan perakit di Tiongkok seperti Foxconn. Strategi ini memberikan Apple kelincahan dalam mengadopsi teknologi baru dan efisiensi biaya produksi.
Cook juga membangun sistem pengendalian rantai pasokan yang kokoh, termasuk investasi strategis pada memori flash yang krusial untuk iPhone di masa depan. Pada 2005, ia dipromosikan menjadi Chief Operating Officer, melapor langsung kepada Jobs.
Transisi Kepemimpinan: Dari CEO Sementara hingga Pengganti Resmi
Seiring memburuknya kesehatan Steve Jobs, Cook secara bertahap mengambil alih tanggung jawab operasional harian. Ia sempat menjabat sebagai CEO sementara pada Januari 2009 ketika Jobs menjalani transplantasi hati, bahkan menawarkan untuk mendonorkan sebagian hatinya.
Pada 24 Agustus 2011, Jobs merilis surat pengunduran diri resmi dan secara tegas merekomendasikan Cook sebagai penggantinya. Dewan direksi menyetujui transisi ini, mengukuhkan Cook sebagai CEO Apple, membawa warisan 13 tahun pengabdiannya.
Era Keemasan: Apple di Puncak Valuasi dan Inovasi
Ketika Cook mengambil alih, kapitalisasi pasar Apple berkisar 348 miliar dollar AS. Keraguan awal terhadap kemampuannya memimpin tanpa Jobs segera sirna. Di bawah kepemimpinannya, Apple menjadi perusahaan AS pertama yang menembus valuasi 1 triliun dollar AS pada 2018, disusul 2 triliun dollar AS pada 2020, dan 3 triliun dollar AS pada 2022.
Pendapatan tahunan Apple meroket dari 108 miliar dollar AS pada 2011 menjadi lebih dari 416 miliar dollar AS pada tahun fiskal 2025. Era Cook juga menyaksikan kelahiran produk-produk ikonik seperti Apple Watch, AirPods, dan Apple Vision Pro.
Strategi Chip Internal dan Ekspansi Layanan
Salah satu keputusan paling transformatif adalah transisi dari prosesor Intel ke chip Apple Silicon buatan sendiri pada 2020. Langkah ini merevolusi lanskap komputasi.
Divisi Layanan juga menjadi fokus utama Cook. App Store, Apple Music, Apple TV+, Apple Arcade, dan Apple Card berkembang pesat, menjadi mesin pendapatan yang menopang fluktuasi penjualan iPhone.
Akuisisi Strategis dan Komitmen Sosial
Cook dikenal berani dalam melakukan akuisisi strategis. Pembelian Beats Music dan Beats Electronics senilai 3 miliar dollar AS pada 2014 menjadi fondasi Apple Music. Akuisisi PrimeSense senilai 360 juta dollar AS pada 2013 melahirkan teknologi Face ID.
Pada 2019, Apple mengakuisisi bisnis modem Intel seharga 1 miliar dollar AS untuk mengurangi ketergantungan pada Qualcomm. Setiap akuisisi memiliki tujuan jangka panjang yang jelas.
Di luar bisnis, Cook mengambil sikap tegas. Pada Oktober 2014, ia menjadi kepala perusahaan Fortune 500 pertama yang terbuka mengakui orientasi seksualnya, sebuah langkah untuk menginspirasi.
Privasi menjadi nilai inti Apple di bawah Cook, disebut sebagai hak asasi manusia. Ia juga meluncurkan Inisiatif Kesetaraan dan Keadilan Rasial senilai 100 juta dollar AS pada 2020 dan berkomitmen mencapai netralitas karbon pada 2030.
Menavigasi Panggung Politik
Cook terbukti lihai dalam bermanuver di ranah politik. Ia membangun hubungan kerja yang unik dengan Presiden Donald Trump, cukup dekat untuk memengaruhi kebijakan namun tetap menjaga jarak.
Kedekatannya membantu Apple menunda beberapa tarif impor selama perang dagang AS-Tiongkok pada 2019. Cook juga memberikan kesaksian di hadapan Subkomite Antimonopoli DPR AS terkait dominasi App Store pada 2020.
Pengunduran Diri dan Warisan Abadi
Pada 20 April 2026, Apple mengumumkan pengunduran diri Tim Cook, efektif 1 September 2026. Posisinya akan digantikan oleh John Ternus, Senior Vice President of Hardware Engineering.
Cook tidak sepenuhnya meninggalkan Apple, ia akan beralih ke peran Executive Chairman di dewan direksi. Warisannya adalah bagaimana ia mengambil perusahaan yang sudah besar dan menjadikannya jauh lebih besar, efisien, berani, dan peduli terhadap dunia. Ia menyempurnakan, mengoptimalkan, dan memperluas warisan Jobs menjadi sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya.






