Regional

Driver Ojol Tewas Tertabrak Kereta di Medan, Penumpang Selamat

Advertisement

MEDAN, KOMPAS.com – Nasib nahas menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Rajali (38) di Kota Medan. Ia tewas seketika setelah kendaraannya tertabrak kereta api di kawasan Jalan Rajawali, Kecamatan Medan Tembung, pada Senin (20/4/2026) siang. Saat kejadian, Rajali diketahui sedang mengantarkan seorang penumpang perempuan.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saksi mata di lokasi, Yoseph, menuturkan kronologi kejadian yang mengerikan itu.

Kronologi Mengerikan

Menurut Yoseph, Rajali yang sedang melintas dari Jalan Rajawali menuju Jalan Padang, tak menyadari kedatangan kereta api yang melaju dari arah Medan menuju Kualanamu. “Dia pas bawa penumpang cewek. Terus dia tertabrak kereta api yang dari arah Medan ke Kualanamu,” kata Yoseph kepada Kompas.com di lokasi kejadian.

Akibat benturan keras, penumpang yang duduk miring di jok belakang motor terlempar ke jalan. Sementara itu, tubuh Rajali terpental cukup jauh hingga ke area kandang babi milik warga. “Nah, si cewek itu pas duduk miring jadi terjatuh di jalan. Kalau korban itu tercampak sampai ke kandang babi kami,” ujar Yoseph.

Rajali dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara dengan luka parah di bagian kepala. Sepeda motor yang dikendarainya pun terseret hingga lebih dari 100 meter dari titik tabrakan. “Itu motornya terseret sampai 100 meter lebih. Tak lama itu datang polisi bawa korban. Kalau penumpang dibawa orangtuanya,” jelasnya.

Advertisement

Keterangan Polisi

Kejadian ini juga dibenarkan oleh Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Wibowo. Ia menjelaskan bahwa korban terpental sejauh kurang lebih tujuh meter dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

“Benar driver ojol itu terpental sekitar 7 meter dan meninggal. Sedangkan penumpang melompat sehingga dibawa ke klinik karena luka ringan,” ujar Sri Lestari.

Pihak kepolisian dari Polrestabes Medan telah berkoordinasi dengan tim Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah Rajali kemudian diserahkan kepada pihak keluarga setelah keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.

“Keluarga menolak dilakukan otopsi. Jadi jenazah sudah diserahkan ke keluarga untuk dikebumikan,” tutup Sri Lestari.

Advertisement