Regional

Waspada! Modus Penipuan Sasar Calon Jemaah Haji, Data hingga Rekening Terancam

Advertisement

CALON jemaah haji di Kabupaten Sukabumi menjadi sasaran empuk modus penipuan yang berkedok pembaruan data atau perbaikan sistem. Data pribadi hingga isi rekening terancam raib jika tidak waspada.

Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, mengungkapkan sedikitnya 20 calon jemaah haji di wilayahnya nyaris menjadi korban penipuan dalam beberapa waktu terakhir. Modus ini tidak hanya terjadi di Sukabumi, melainkan sudah merata di seluruh Indonesia.

Pesan Berkedok Pembaruan Data dan Permintaan Akses Daring

Abdul Manan menjelaskan, pelaku biasanya menghubungi calon jemaah haji melalui telepon. Dalih yang digunakan adalah adanya pembaruan data atau perbaikan sistem pada aplikasi terkait pendaftaran haji.

“Memang akhir-akhir ini banyak modus yang menghubungi jemaah, bahkan bukan hanya di Sukabumi tapi se-Indonesia. Modusnya itu menelepon jemaah dengan alasan update data, kemudian meminta data seperti KTP atau dokumen lainnya,” kata Abdul Manan, Senin (20/4/2026).

Jika calon jemaah haji tidak dapat memenuhi permintaan tersebut karena jarak atau kendala lain, pelaku akan menawarkan bantuan secara daring. Tawaran ini menjadi celah bagi pelaku untuk mendapatkan akses lebih jauh.

Aplikasi Pengendali Ponsel dan Pengurasan Rekening

Lebih lanjut, Abdul Manan memaparkan bahwa setelah berhasil mendapatkan data pribadi, pelaku akan berupaya mengakses informasi korban untuk melakukan pencurian. Salah satu modus yang semakin canggih adalah dengan mengirimkan sebuah aplikasi yang diminta untuk diunduh oleh korban.

Advertisement

Begitu aplikasi tersebut terpasang di ponsel korban, pelaku dapat secara leluasa mengendalikan perangkat tersebut. Hal ini memungkinkan pelaku untuk mengakses seluruh data penting yang tersimpan, termasuk informasi perbankan dan rekening.

“Jadi targetnya itu data nasabah atau terutama data rekening dana yang ada di jemaah. Barusan juga ada informasi jemaah dari Cianjur yang rekeningnya terkuras sekitar Rp 20 jutaan dengan modus yang sama,” ujar Manan.

Imbauan untuk Calon Jemaah Haji

Menyikapi maraknya modus penipuan ini, Abdul Manan mengimbau seluruh calon jemaah haji, khususnya yang berada di Sukabumi, untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menekankan agar tidak mudah tergiur atau langsung menuruti permintaan data dari pihak yang tidak dikenal.

“Kepada para calon jemaah haji kami meminta untuk tidak mudah melakukan apa yang mereka inginkan. Jika menemukan modus seperti itu, segera tutup telepon atau hubungi kami di kantor haji dan umrah,” tegasnya.

Advertisement