JAKARTA, Kompas.com – Pemberlakuan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026 yang mengatur ulang skema pajak kendaraan listrik memunculkan harapan baru bagi industri otomotif, khususnya produsen mobil listrik. Kendaraan listrik berbasis baterai kini tidak lagi dikecualikan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Namun, besaran pajak akan ditentukan oleh pemerintah daerah, membuka peluang untuk tetap adanya keringanan atau insentif.
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, secara tegas menyatakan harapannya agar subsidi kendaraan listrik dari pemerintah dapat terus berlanjut. “Mestinya kami tetap mengaharapkan tetap dapat subidi pemerintah seperti tahun lalu,” ungkap Andry saat ditemui di Guangzhou, China, pada Selasa, 21 April 2026.
Menurut Andry, pertumbuhan pesat adopsi mobil listrik pada periode sebelumnya sangat dipengaruhi oleh berbagai insentif yang diberikan pemerintah. Mulai dari subsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
“Tahun lalu pertumbuhan EV sangat cepat karena pemerintah subsidi, PPN subsidi, BBNKB juga subsidi, tentu dengan adanya pencabutan beberapa subsidi akan sedikit memperlambat,” jelas Andry lebih lanjut.
Senada dengan Andry, Santiko Wardoyo, CEO PT Indomobil Wahana Trada, yang merupakan jaringan diler resmi GAC Aion di Indonesia, juga menekankan pentingnya insentif untuk mempercepat penetrasi kendaraan listrik di masyarakat. “Ya memang dengan kompensasi ya, kalau mau mempercepat mobil EV memasyarakat,” ujar Santiko.
Santiko menambahkan bahwa situasi global yang tidak menentu, termasuk kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik global, seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk tetap konsisten dalam mendukung penggunaan kendaraan listrik sebagai energi bersih.
“Jadi ini kita harus memilih, kalau misalnya kaya sekarang, kondisi perang seperti ini, bensin naik, kan kita juga tidak tahu sejauh mana bisa menahan,” tutup Santiko, menggarisbawahi urgensi transisi ke energi bersih.






