Regional

Kasus Campak Naik Dibanding Tahun Lalu, Pemkab Agam Perluas Imunisasi dan Edukasi

Advertisement

AGAM, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, meningkatkan intensitas program imunisasi menyusul lonjakan kasus campak yang terkonfirmasi. Hingga 18 April 2026, tercatat 59 kasus, meningkat dari 48 kasus pada periode yang sama tahun lalu. Langkah strategis difokuskan pada imunisasi tambahan di wilayah yang terdampak wabah maupun daerah dengan cakupan imunisasi yang masih rendah.

Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, menjelaskan bahwa program imunisasi tambahan atau Outbreak Response Immunization (ORI) telah menyasar beberapa kecamatan yang mengalami peningkatan kasus maupun memiliki tingkat cakupan imunisasi yang belum optimal. “Daerah ini yang mengalami wabah atau memiliki cakupan imunisasi rendah,” ujar Hendri kepada wartawan di Lubuk Basung, Minggu (19/4/2026), seperti dikutip dari Antara.

Program ORI dirancang untuk memperkuat kekebalan kelompok atau herd immunity, sehingga penyebaran virus campak dapat ditekan. Sasaran utama ORI adalah anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap serta mereka yang tinggal di wilayah dengan risiko penularan tinggi.

Wilayah Prioritas Imunisasi Tambahan

Pelaksanaan imunisasi tambahan diprioritaskan di sejumlah kecamatan, antara lain:

  • Kecamatan Palembayan
  • Kecamatan Lubuk Basung
  • Kecamatan Sungai Pua
  • Kecamatan Ampek Angkek
  • Kecamatan Ampek Koto
  • Kecamatan Matur
  • Kecamatan Tanjung Raya
  • Kecamatan Kamang Magek

Strategi Pencegahan Komprehensif

Selain imunisasi tambahan, Dinas Kesehatan Agam juga menggalakkan imunisasi rutin bagi bayi berusia sembilan bulan melalui fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu. Upaya pencegahan juga mencakup kampanye imunisasi yang disosialisasikan melalui edukasi kepada masyarakat, menekankan pentingnya imunisasi untuk menangkal penyakit campak.

Advertisement

Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran publik, tetapi juga memperluas jangkauan imunisasi secara keseluruhan. Pemerintah daerah juga memperkuat sistem deteksi dini untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas.

“Kita melakukan survei untuk mendeteksi dini kasus campak,” kata Hendri. Pemantauan aktif terhadap setiap kasus yang dicurigai dan investigasi terhadap sumber penularan menjadi bagian integral dari strategi ini.

Optimisme Penurunan Kasus

Meskipun terjadi peningkatan kasus campak, pemerintah daerah Agam menyatakan optimisme bahwa serangkaian langkah yang telah diambil akan mampu menekan angka kasus secara bertahap. “Respons cepat terhadap wabah dilakukan dengan membentuk tim gerak cepat. Berbagai upaya lain juga sudah dilakukan guna menangani dan menekan penyebaran penyakit campak,” pungkas Hendri.

Advertisement