Regional

Kisah Halika Palecceng, Nenek 83 Tahun Jemaah Haji Tertua Soppeng yang Berangkat Berbekal Wasiat Anak

Advertisement

MAKASSAR – Di usianya yang menginjak 83 tahun, Halika Palecceng menjadi sorotan utama sebagai jemaah haji tertua dari Kabupaten Soppeng yang tergabung dalam kloter pertama Embarkasi Makassar. Duduk di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang, pada Selasa (21/4/2026), nenek asal Soppeng ini tak kuasa menahan haru melihat penantian panjangnya untuk menunaikan rukun Islam kelima akhirnya terwujud.

Halika telah menabung sejak usia 35 tahun, namun baru mendaftar sebagai calon jemaah haji sekitar tahun 2014, menjadikannya menunggu belasan tahun untuk mewujudkan impiannya. “Dari umur 35 tahun (menabung), 12 tahun mendaftar sekitar tahun 2014,” ungkap Halika dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di sela jadwal pelepasan jemaah menuju Madinah.

Perjuangan Petani Cengkih dan Wasiat Sang Anak

Perjalanan Halika menuju Tanah Suci merupakan buah dari kerja kerasnya selama puluhan tahun sebagai petani cengkih. Bersama mendiang suaminya, ia gigih mengumpulkan hasil kebun untuk ditabung demi membiayai ibadah haji.

Kisah keberangkatannya menjadi semakin mengharukan karena Halika harus berangkat seorang diri. Ironisnya, salah satu anaknya yang turut membantu mengumpulkan sisa kekurangan biaya haji, justru meninggal dunia sebelum sempat melihat ibunya berangkat menunaikan ibadah suci tersebut. “Anak saya menabungkan, anak saya meninggal tapi memberikan wasiat untuk memberangkatkan haji ibunya,” tutur Halika, mengenang wasiat terakhir sang buah hati.

Pelepasan Kloter Pertama Embarkasi Makassar

Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa kloter pertama Embarkasi Makassar tahun ini memberangkatkan total 387 jemaah. Rinciannya, sebanyak 386 jemaah berasal dari Kabupaten Soppeng dan satu jemaah dari Kota Makassar.

Advertisement

“Insya Allah akan kami berangkatkan pada pukul 03.20 WITA,” ujar Ikbal dalam sambutannya.

Tahun ini, terdapat dua perbedaan signifikan dalam prosedur pemberangkatan haji yang bertujuan untuk memudahkan para jemaah:

  • Kartu Nusuk: Jemaah kini menerima Kartu Nusuk lebih awal di Asrama Haji, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang baru dibagikan di Makkah.
  • Layanan Fast Track Imigrasi: Pemeriksaan paspor oleh imigrasi Arab Saudi, yang sebelumnya dilakukan di Jeddah atau Madinah, kini dipindahkan ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

“Dampaknya, bila jemaah nanti tiba landing di Saudi, tidak ada lagi pemeriksaan. Itulah perbedaan dari tahun sebelumnya,” pungkas Ikbal, menegaskan kemudahan yang ditawarkan.

Advertisement