Regional

Jadi Pusat UTBK-SNBT, Undiksha Bali Siapkan 10 Laboratorium Komputer untuk 1.275 Peserta

Advertisement

Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja, Bali, siap menjadi salah satu pusat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Kampus ini telah menyiapkan 10 laboratorium komputer yang memadai untuk menampung 1.275 peserta ujian.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Undiksha, Gede Rasben Dantes, menyatakan bahwa seluruh persiapan telah matang dilakukan, mulai dari fasilitas penunjang hingga pembekalan bagi para pengawas ujian. “Undiksha menyediakan 10 laboratorium komputer. Pengawas juga telah mendapatkan pembekalan agar pelaksanaan berjalan sesuai standar operasional prosedur,” ujar Rasben dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

Pelaksanaan UTBK di Undiksha dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, terhitung mulai tanggal 21 hingga 23 April 2026. Total ada 1.275 peserta yang akan mengikuti ujian di kampus tersebut. Para peserta ini tidak hanya menjadikan Undiksha sebagai salah satu tujuan studi, tetapi juga mendaftar ke berbagai perguruan tinggi negeri lainnya di seluruh Indonesia.

Rasben menambahkan, Undiksha berkomitmen untuk menyelenggarakan UTBK secara profesional dan transparan. Tujuannya adalah untuk menjaring calon mahasiswa yang berkualitas. Selama pelaksanaan ujian, pengawasan akan dilakukan secara ketat. Setiap peserta wajib menjalani pemeriksaan sebelum memasuki ruang ujian dan dilarang membawa barang-barang yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Selain pengawasan internal dari pihak universitas, pelaksanaan UTBK di Undiksha juga akan dipantau oleh aparat penegak hukum. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan aman dan tertib.

Advertisement

Teknologi Verifikasi Wajah untuk Antisipasi Kecurangan

Undiksha juga akan mengintegrasikan aplikasi VeriUTBK yang dikembangkan oleh Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) sebagai salah satu alat bantu pemeriksaan. Aplikasi ini menggunakan sistem pencocokan wajah berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Sistem VeriUTBK memanfaatkan teknologi pencocokan wajah untuk memverifikasi identitas peserta dengan dokumen resmi yang mereka bawa, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kartu ujian. Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT Undiksha, I Ketut Resika Arthana, menjelaskan bahwa teknologi ini merupakan langkah antisipasi tambahan untuk mencegah kecurangan.

“Verifikasi melalui aplikasi ini hanya sebagai lapisan tambahan. Penerapannya masih terbatas dan dilakukan secara sampling, serta tidak boleh mengganggu jalannya ujian maupun menambah durasi verifikasi,” jelas Resika.

Menurutnya, pemeriksaan identitas secara manual tetap menjadi tahapan utama dalam proses verifikasi peserta. Selain itu, setiap peserta juga akan menjalani pemeriksaan fisik sebelum memasuki ruang ujian dan dilarang membawa barang-barang di luar ketentuan yang telah ditetapkan.

Advertisement