Regional

Kondisi Dua Pelajar SMA di Bogor Usai Disiram Air Keras, Alami Luka di Wajah

Advertisement

BOGOR, CNN Indonesia — Dua pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, terbaring lemah di rumah sakit setelah menjadi korban penyiraman cairan yang diduga air keras. Insiden mengerikan ini menyebabkan luka serius pada bagian wajah kedua remaja tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (20/4/2026) malam ini membuat kedua korban harus segera dilarikan ke rumah sakit di wilayah Tangerang untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai. Hingga Rabu (22/4/2026), kondisi mereka masih dalam pemulihan.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Kasat Perlindungan Perempuan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, menyatakan bahwa luka yang dialami korban terpusat di area wajah. “Korban belum bisa dimintai keterangan, kita juga belum dapat realnya seperti apa, kita fokus pemulihan korban dulu. Kalau parah atau tidak nanti dokter yang menyatakan,” ujar Silfi kepada wartawan, Rabu.

Kapolsek Parung Panjang, Kompol M Taufik, membenarkan dugaan bahwa pelaku menggunakan air keras. “Diduga air keras, dua korban mengalami luka di wajah,” ungkap Taufik.

Kronologi Versi Keluarga

Menurut keterangan awal yang dihimpun dari kakak salah satu korban, insiden ini bermula saat kedua pelajar tersebut hendak pulang ke rumah setelah berkumpul sepulang sekolah. “Versi kakaknya adalah dua anak ini pulang sekolah terus nongkrong dulu. Abis nongkrong mau pulang malam lewatin jalan itu tiba-tiba disiram,” kata Silfi.

Advertisement

Aksi penyiraman yang dilakukan secara tiba-tiba oleh orang tidak dikenal di lokasi yang minim saksi mata membuat kejadian berlangsung sangat cepat. Pihak kepolisian masih terus berupaya mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk mengungkap motif dan identitas pelaku.

Investigasi Polisi

Satuan Reserse PPA-PPO Polres Bogor kini menangani kasus ini secara intensif. Anggota kepolisian telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. “Iya masih lidik, anggota masih di lapangan,” pungkas Silfi.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini. Namun, prioritas utama saat ini adalah memastikan kondisi kedua pelajar Bogor tersebut dapat segera membaik melalui penanganan medis yang optimal.

Advertisement