Money

Krakatau Posco Perkuat Industri Baja lewat Inovasi Baja Tahan Gempa

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Krakatau Posco berupaya memperkuat industri baja nasional melalui inovasi material konstruksi berteknologi tinggi, termasuk pengembangan baja tahan gempa. Upaya ini disampaikan dalam Seminar Nasional dan Pameran Rantai Pasok Konstruksi Baja yang diselenggarakan oleh Indonesia Society of Steel Construction.

Sebagai produsen baja terintegrasi, Krakatau Posco mengklaim memiliki kapabilitas manufaktur yang adaptif dan berbasis teknologi maju. Direktur Technology & Business Development Krakatau Posco, Alhadis Syamsuddin, menjelaskan bahwa perusahaan mampu menghasilkan produk baja berkualitas tinggi secara konsisten.

“Sebagai pabrik baja terpadu, perusahaan memiliki kemampuan desain kualitas dan kontrol produksi yang adaptif, sehingga mampu melakukan penyesuaian proses manufaktur secara presisi guna menghasilkan produk yang konsisten dan berkualitas tinggi,” jelas Alhadis dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026).

Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis baja, mulai dari baja grade tinggi untuk konstruksi, baja tahan cuaca (weathering steel), struktur lepas pantai, fasilitas energi, hingga alat berat. Kapabilitas ini didukung oleh teknologi rolling mill yang mampu mengendalikan toleransi ketebalan secara ketat sesuai kebutuhan proyek, serta sistem pabrik berbasis komputer terintegrasi untuk pemantauan dan optimalisasi produksi.

Penguatan Teknologi dan Standar Kualitas

Dalam menjaga kualitas material, Krakatau Posco menerapkan pengendalian komposisi kimia yang ketat. Perusahaan juga mengadopsi teknologi inspeksi berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui fasilitas Surface Defect Detector (SDD) di Hot Rolling Plant untuk mendeteksi cacat permukaan secara akurat.

“Kami akan terus menghadirkan solusi baja berkualitas tinggi yang tidak hanya memenuhi standar global, tetapi juga menjawab kebutuhan spesifik konstruksi di Indonesia, termasuk tantangan lingkungan dan risiko gempa bumi. Inovasi teknologi menjadi kunci kami dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan,” ujar Alhadis.

Dengan cakupan spesifikasi produk yang luas dan dukungan sertifikasi internasional, Krakatau Posco mengukuhkan posisinya dalam rantai pasok industri baja nasional maupun global.

Inovasi Baja untuk Konstruksi Berat dan Tahan Gempa

Dalam presentasinya, Krakatau Posco menyoroti pengembangan Hi-Strength Welded Structural Steel untuk aplikasi konstruksi berat seperti jembatan baja, gedung bertingkat, dan struktur industri. Material ini diklaim memiliki kekuatan dan daya tahan tinggi untuk beban ekstrem.

Advertisement

Lebih lanjut, perusahaan mengembangkan Seismic Steel atau baja tahan gempa, yang dinilai krusial bagi Indonesia sebagai negara rawan gempa. Baja ini dirancang dengan karakteristik keuletan tinggi, ketangguhan optimal, serta yield ratio rendah, maksimal 80 persen, sesuai standar global.

“Penggunaan seismic steel merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keselamatan konstruksi. Dengan material yang memiliki keuletan tinggi, kemampuan las yang baik, serta kontrol kualitas yang ketat, kami dapat memastikan struktur tetap andal dalam menghadapi beban ekstrem seperti gempa,” tambah Alhadis.

Pengembangan baja tahan gempa ini merujuk pada pembelajaran dari peristiwa gempa besar seperti Gempa Northridge 1994 dan Gempa Kobe 1995, di mana banyak kegagalan struktur terjadi pada sambungan baja. Baja tipe SN400 dan SN490 yang dikembangkan Krakatau Posco diklaim mampu menahan tekanan dan regangan selama gempa, menjaga integritas struktur, serta meningkatkan keselamatan konstruksi.

Saat ini, Krakatau Posco juga terlibat dalam pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk baja tipe tersebut.

Pengembangan Baja Tahan Cuaca dan Efisiensi Biaya

Selain baja tahan gempa, Krakatau Posco juga mengembangkan weathering steel atau baja tahan cuaca. Material ini memiliki ketahanan tinggi terhadap lingkungan luar ruang dan mampu membentuk lapisan pelindung alami yang mengurangi kebutuhan pelapisan tambahan.

Aplikasi weathering steel mencakup jembatan dan bangunan gedung, menawarkan keunggulan pada kekuatan, umur pakai yang lebih panjang, serta tampilan estetika dari lapisan yang terbentuk. Dari sisi ekonomi, penggunaan material ini dinilai mampu menurunkan biaya pemeliharaan dan berkontribusi pada penurunan jejak karbon, menjadikannya lebih ramah lingkungan.

Dorongan Kolaborasi Industri Baja

Alhadis menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat industri baja nasional. “Kami percaya bahwa sinergi antara produsen baja, pelaku konstruksi, dan pemerintah akan menjadi faktor utama dalam menjadikan industri konstruksi baja sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya.

Advertisement