Keluarga musisi Vidi Aldiano bersama para penggemarnya, Vidiis, menggelar kegiatan tebar ikan di danau dekat makam almarhum di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Jumat (17/4/2026). Aksi ini dilakukan bertepatan dengan 40 hari kepergian Vidi dan diyakini memiliki makna filosofis mendalam yang telah lama dipegang teguh oleh keluarga.
Kegiatan yang dimulai setelah salat Jumat ini diawali dengan ziarah dan tabur bunga di makam Vidi Aldiano. Sebagian besar keluarga dan penggemar yang hadir mengenakan pakaian serba biru muda, warna favorit almarhum, dengan tulisan “Vidi Masih Hidup” di punggung kaos mereka.
Setelah rangkaian doa, prosesi dilanjutkan dengan menebar ribuan ikan dari berbagai jenis, termasuk gurame, lele, ikan mas, dan bawal, ke dalam danau yang berada di sekitar area pemakaman. Momen kebersamaan ini turut dibagikan oleh ayah Vidi, Harry Kiss, melalui akun media sosialnya.
Filosofi “Tebar Kebak-Ikan”
Menurut Harry Kiss, kegiatan tebar ikan bukanlah hal baru bagi keluarga mereka. Tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 2016, dan biasanya dilaksanakan bertepatan dengan momen ulang tahun Vidi.
“Menebar ikan itu sebetulnya bukan acara baru. Dari tahun 2016, Vidi selalu bikin acara seperti ini di belakang kantor,” ujar Harry Kiss.
Kini, tradisi tersebut dilanjutkan sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi almarhum Vidi Aldiano. Lebih dari sekadar seremoni, aksi ini sarat dengan makna filosofis yang disebut “Tebar Kebak-Ikan”.
“Kebak itu artinya penuh. Jadi yang ditebar adalah kebahagiaan dan ikan. Dengan ditebar ikan, masyarakat senang, dan ini juga menjadi amal jariyah bagi para donatur,” jelas Harry Kiss.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar sekaligus menjadi ladang kebaikan yang terus mengalir bagi almarhum.
Jejak Kebaikan di Berbagai Daerah
Sebelumnya, keluarga Vidi Aldiano juga telah melaksanakan kegiatan serupa di beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti Ciamis dan Tasikmalaya. Dalam pelaksanaan di kedua daerah tersebut, sekitar 5 kuintal ikan ditebar di perairan yang dinilai masih bersih. Sementara di makam Vidi di Tanah Kusir, jumlah ikan yang ditebar diperkirakan mencapai sekitar 2,5 kuintal.
Vidi Aldiano, yang lahir pada 29 Maret 1990, tutup usia pada 7 Maret 2026 di umur 35 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya, setelah berjuang melawan kanker ginjal selama kurang lebih enam tahun.
Melalui kegiatan seperti tebar ikan ini, keluarga dan Vidiis berupaya untuk terus menjaga semangat kebaikan yang telah ditanamkan oleh Vidi Aldiano. Aksi ini sekaligus menjadi simbol bahwa kenangan dan nilai-nilai positif yang ditinggalkan sang musisi akan terus mengalir, membawa harapan dan manfaat bagi banyak orang, layaknya ikan yang ditebar.






