Regional

Mengaku Khilaf, Ayah yang Aniaya Anak di Pematangsiantar: Aku Sayang Anakku

Advertisement

PEMATANGSIANTAR – Bocah berinisial AS (9), korban penganiayaan yang diduga dilakukan ayah kandungnya, kini berada di bawah asuhan keluarga besar setelah menjalani perawatan di RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar, Sumatera Utara. Sang ayah, HS, mengaku perbuatannya tersebut adalah sebuah kekhilafan yang dipicu oleh permasalahan pekerjaan dan rumah tangga.

HS menyatakan bahwa hak asuh atas AS beserta adiknya telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. “Hari Minggu kemarin sudah dibawa ke kampung. Yang mengasuh sekarang keluarga,” ujar HS saat dihubungi via telepon pada Rabu (22/4/2026).

Mengenang kembali peristiwa yang sempat viral di media sosial tersebut, HS menyampaikan penyesalannya. “Aku sayang sama anak-anakku, dan aku berjanji untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi. Aku meminta maaf kepada semua orang,” tuturnya. Ia juga mengakui bahwa dirinya berstatus tahanan luar dan wajib melapor dua kali seminggu ke Polres Pematangsiantar.

Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan hukum kasus ini. Namun, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Pematangsiantar, Ariandi Armas, membenarkan bahwa AS dan adiknya telah dibawa oleh pihak keluarga.

“Korban dan adiknya hari Minggu kemarin telah dibawa pihak keluarga, anak saat ini berada bawah pengasuhan keluarga kandung ayahnya,” kata Ariandi melalui pesan tertulis. Ia menambahkan, AS tidak jadi dititipkan di Panti Asuhan Kasih Filadelfia.

Pengurus Panti Asuhan Kasih Filadelfia, Sariaman Purba, mengonfirmasi informasi tersebut. Awalnya, pihak panti telah bersiap menerima titipan sementara dari Dinsos apabila memang ada anak yang membutuhkan perlindungan. “Informasi yang kami terima dari Dinsos ada anak yang mengalami kekerasan. Kami bersedia kalau memang ada, kami siap untuk itu,” ujar Sariaman.

Advertisement

AS, yang merupakan siswa kelas I Sekolah Dasar di Pematangsiantar, diduga mengalami kekerasan fisik oleh ayahnya. Luka memar di sekujur tubuhnya pertama kali diketahui oleh guru saat AS berada di sekolah. Kasus ini menarik perhatian publik setelah video kondisi AS beredar luas di media sosial.

Kepala Sekolah AS, Surono, mengungkapkan bahwa AS mengaku dipukul oleh ayahnya menggunakan kabel charger pada Rabu (15/4/2026) malam. Motif penganiayaan tersebut diduga karena ponsel sang ayah mengalami kerusakan.

AS adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ia tinggal bersama ayah dan ibunya di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Siantar Marimbun, Pematangsiantar. Meskipun berdomisili di Pematangsiantar, keluarga ini tercatat sebagai warga Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Setelah video penganiayaan AS viral, HS mendatangi Polres Pematangsiantar. Sementara itu, AS menjalani perawatan medis di RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar.

Advertisement