Food

Mengenal Home Brewer, Pencinta Kopi yang Gemar Menyeduh Sendiri di Rumah

Advertisement

Fenomena home brewer atau penikmat kopi rumahan kian marak di tengah menjamurnya kedai kopi modern. Tren ini muncul sebagai respons atas keinginan untuk tetap menikmati kopi berkualitas tanpa harus keluar rumah, terutama sejak pandemi COVID-19.

“Home brewer itu tercipta pada saat pandemi kemarin, di mana orang-orang pengin ngopi tapi tidak memungkinkan untuk keluar rumah. Jadi, timbullah tren namanya home brewer,” ujar Arie Nugroho, barista dari Kenal Coffee Roastery, saat ditemui Kompas.com di sela kegiatan Casual Walking Tour BerKemana pada Sabtu (18/4/2026).

Bagi para home brewer, menyeduh kopi di rumah bukan semata tentang penghematan biaya, melainkan sebuah cara untuk mengeksplorasi rasa dan teknik penyeduhan secara personal. Tak heran jika banyak dari mereka memiliki koleksi peralatan menyeduh kopi yang lengkap, layaknya barista profesional.

“Mulai dari grinder (penggiling biji kopi), server (teko), dan peralatan lainnya. Bahkan sampai satu pojokan di rumahnya jadi seperti mini bar gitu,” tutur Arie menggambarkan keseriusan para penikmat kopi rumahan ini.

Eksplorasi Rasa dengan Beragam Alat

Koleksi peralatan home brewer tidak terbatas pada metode seduh manual seperti tubruk, french press, V60, mokapod, hingga syphon. Beberapa di antaranya bahkan telah dilengkapi dengan mesin espresso.

Keberadaan mesin kopi ini memungkinkan mereka untuk mencoba berbagai jenis minuman berbasis kopi dengan hasil yang lebih konsisten dan mendekati standar kafe. Hal ini membuka pintu bagi eksplorasi rasa yang lebih luas dan mendalam.

Teknik Penyeduhan ala Barista di Rumah

Menyeduh kopi di rumah dengan kualitas yang mumpuni ternyata memiliki sejumlah prinsip dasar yang perlu diperhatikan, mirip dengan praktik para barista.

Suhu Air, Faktor Kunci dalam Ekstraksi Kopi

Salah satu faktor krusial dalam menghasilkan secangkir kopi yang nikmat adalah suhu air yang digunakan untuk menyeduh. Menurut Arie, tidak ada standar baku tunggal yang mutlak.

Advertisement

“Tapi kalau kita ngomong manual brew atau seduh sendiri, ada yang berpendapat kopi enak nih diseduh pakai air panas 100 derajat, ya boleh-boleh aja,” jelas Arie.

Ia menambahkan, “Ada juga orang-orang home brewers yang menganut paham lower temperature di suhu 85-89 derajat Celsius.”

Perbedaan preferensi suhu ini, lanjut Arie, sangat bergantung pada jenis biji kopi yang digunakan, apakah itu arabika atau robusta. Ia menekankan pentingnya keterbukaan untuk bereksperimen.

“Sah-sah saja bagi home brewers untuk mencoba berbagai teknik menyeduh kopi sesuai selera dan preferensi masing-masing, selama tetap menikmati prosesnya dan terbuka untuk terus bereksperimen,” katanya.

Peran Tingkat Sangrai Biji Kopi

Dalam praktiknya, menyeduh kopi bukan sekadar menuang air panas. Arie menjelaskan bahwa ada banyak faktor yang saling berkaitan untuk menghasilkan cita rasa optimal.

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah tampilan biji kopi, terutama tingkat sangrai atau roast level kopi yang digunakan. Untuk kopi arabika, misalnya, ada yang lebih cocok diseduh dengan suhu air tinggi, sementara yang lain justru optimal pada suhu yang lebih rendah.

Perbedaan ini menunjukkan betapa kompleks dan personalnya dunia penyeduhan kopi rumahan, di mana setiap home brewer dapat menemukan pendekatan uniknya sendiri.

Advertisement