Travel

Mengenal Pererenan, Sisi Tenang dan Estetik di Dekat Canggu Bali

Advertisement

Canggu yang kian ramai mungkin membuat sebagian pelancong merindukan suasana Bali yang lebih tenang. Bagi Anda yang mencari pelarian estetik namun damai, Pererenan, sebuah desa pesisir di barat daya Bali, kini menjelma menjadi primadona baru. Desa ini menawarkan keseimbangan antara ketenangan dan fasilitas modern, menjadikannya alternatif menarik dari hiruk-pikuk tetangganya.

Pererenan, yang berlokasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, digambarkan oleh Condé Nast Traveler sebagai “versi tenang dari Canggu”. Berdasarkan laporan media tersebut tertanggal 30 April 2025, desa ini berhasil mempertahankan pesona pedesaan dengan hamparan sawah hijau dan jalanan yang lebih lengang, meski hanya berjarak beberapa menit dari keramaian Batu Bolong.

Berbeda dengan Canggu yang identik dengan klub malam, Pererenan justru menawarkan nuansa yang lebih intim. Deretan butik kreatif, kafe dengan kopi spesialti, dan restoran fine dining terselip di balik arsitektur minimalis yang menawan.

Perkembangan Kuliner Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu pilar utama popularitas Pererenan saat ini adalah perkembangan dunia kulinernya. Condé Nast Traveler menyoroti bahwa desa ini telah menjadi rumah bagi sejumlah tempat makan paling menarik di Bali.

  • Sarapan dan Kopi: Kafe-kafe dengan interior bersih menyajikan hidangan brunch sehat dan kopi berkualitas tinggi.
  • Makan Malam: Pilihan kuliner di Pererenan sangat beragam, mulai dari masakan khas Mediterania hingga restoran Jepang kontemporer. Suasana yang lebih intim menjadikan tempat ini ideal untuk makan malam romantis atau sekadar berkumpul santai.

Pantai Pererenan: Ombak Konsisten dan Keindahan Senja

Pantai Pererenan menawarkan pengalaman berbeda dari pantai-pantai di selatan Bali yang seringkali padat pengunjung. Dengan pasir hitam vulkanik yang dramatis, pantai ini menyajikan suasana yang lebih santai.

Advertisement

Bagi para peselancar, Pantai Pererenan dikenal memiliki ombak yang konsisten, menjadikannya destinasi favorit bagi peselancar tingkat menengah hingga profesional yang ingin menghindari keramaian di Berawa. Menjelang sore, pantai ini juga menjadi spot populer bagi penduduk lokal dan wisatawan untuk menikmati matahari terbenam sembari berjalan-jalan atau duduk santai.

Akomodasi Bergaya “Slow Living”

Penginapan di Pererenan sangat mencerminkan konsep slow living. Tren akomodasi di desa ini bergeser ke arah vila-vila pribadi yang mengedepankan desain berkelanjutan dan menyatu dengan alam. Konsep ini memungkinkan pengunjung untuk bangun dengan pemandangan sawah dan tetap dapat berjalan kaki menuju butik-butik lokal favorit.

Pererenan menjadi bukti bahwa Bali masih menyimpan sisi tenang yang menanti untuk dijelajahi. Desa ini menawarkan keseimbangan sempurna antara kenyamanan modern dan kedamaian tradisional, menjadikannya pilihan tepat bagi Anda yang ingin merasakan sisi Bali yang lebih “dewasa” dan estetik.

Untuk panduan lengkap mengenai rekomendasi tempat makan dan menginap terbaik di Pererenan, pembaca dapat merujuk langsung ke artikel asli di Condé Nast Traveler.

Advertisement