Honda dilaporkan akan menghentikan penjualan satu-satunya mobil listrik murni yang saat ini dipasarkan di Eropa, yaitu Honda e:Ny1. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi ulang strategi elektrifikasi Honda di kawasan tersebut, mengingat usia model tersebut di pasar baru sekitar tiga tahun sejak pertama kali diperkenalkan pada pertengahan 2023.
Keputusan ini tidak mengindikasikan Honda mundur sepenuhnya dari segmen kendaraan listrik. Pabrikan asal Jepang itu telah menyiapkan model baru, Honda Super-N, yang akan menggantikan peran e:Ny1 dengan pendekatan pasar yang berbeda.
Honda e:Ny1 merupakan hasil pengembangan bersama Dongfeng Motor Corporation dan hadir sebagai versi listrik dari Honda HR-V untuk pasar Eropa. Model ini berbagi basis yang sama dengan Honda e:NS1 dan Honda e:NP1 yang telah lebih dulu dijual di China.
Berdasarkan laporan dari Handelsblatt, e:Ny1 sudah tidak lagi tersedia di konfigurator pada sejumlah negara besar Eropa seperti Jerman, Italia, dan Spanyol. Saat ini, model tersebut masih dipasarkan secara terbatas di Prancis dan Austria. Stok yang tersisa dialihkan ke Inggris serta kawasan Nordik yang dinilai memiliki permintaan lebih tinggi.
Performa Penjualan yang Lesu
Performa penjualan e:Ny1 di Eropa memang belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Di Jerman, misalnya, model ini hanya berhasil terjual 105 unit sepanjang tahun lalu. Angka ini dicapai meskipun harga e:Ny1 telah mengalami pemangkasan signifikan, dari 47.590 euro (sekitar Rp 960 juta) menjadi 38.990 euro (sekitar Rp 780 juta).
Langkah Honda di Eropa ini sejalan dengan perubahan arah strategi global perusahaan. Sebelumnya, Honda juga telah membatalkan sejumlah proyek mobil listrik untuk pasar Amerika Utara, termasuk Acura RSX EV, lini 0 Series, dan model hasil kolaborasi dengan Sony Honda Mobility, yakni Afeela.
Strategi Elektrifikasi yang Berbeda
Meskipun demikian, Honda tetap mempertahankan komitmennya pada segmen elektrifikasi melalui pendekatan yang berbeda. Salah satunya adalah melalui kehadiran Honda Super-N, yang dijadwalkan meluncur di Eropa setelah debutnya di Jepang. Model ini mengusung konsep hatchback listrik kompak dengan desain yang terinspirasi dari Honda City Turbo II.
Honda Super-N dibekali motor listrik 94 hp dan diproyeksikan hadir dengan harga yang lebih terjangkau, yaitu di bawah 20.000 poundsterling atau sekitar Rp 400 jutaan.
Saat ini, seluruh lini produk Honda di Eropa telah beralih ke teknologi hybrid dan plug-in hybrid. Sementara itu, model bermesin konvensional murni (ICE) telah dihentikan penjualannya sejak akhir tahun 2022.
Pasar Mobil Listrik Honda di Indonesia
Di Indonesia, Honda juga telah memperkenalkan e:N1, yang sejatinya merupakan mobil listrik dari konsep e:Ny1. Model yang kerap disebut sebagai versi listrik dari HR-V ini tidak dijual secara konvensional, melainkan melalui skema langganan (subscription) dengan biaya sewa Rp 22 juta per bulan.
Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), mengungkapkan bahwa total unit e:N1 yang telah diimpor mencapai 120 unit. Mayoritas unit tersebut digunakan oleh konsumen fleet atau perusahaan.
“e:N1 sudah kita impor 120 unit. Sudah hampir habis, hampir sewa dan untuk konsumen fleet. Banyak perusahaan-perusahaan seperti target kami,” ujar Billy, saat ditemui Kompas.com belum lama ini.
Terkait kemungkinan penambahan unit, Billy memastikan belum ada rencana impor tambahan dalam waktu dekat. Hal ini mengindikasikan bahwa kuota yang ada saat ini merupakan batch terbatas.
Secara spesifikasi, Honda e:N1 menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 68,8 kWh dengan daya jelajah mencapai 412 kilometer. Motor listriknya diklaim mampu menghasilkan tenaga 201 tenaga kuda dan torsi 310 Nm.
Kabarnya, Honda juga sedang menyiapkan model lain, yaitu Honda Super One, untuk pasar Indonesia. City car listrik ini diyakini akan segera meluncur di Tanah Air, terlebih setelah model tersebut tertangkap kamera sedang menjalani tes jalan di Indonesia. Indikasi kehadiran Super One semakin kuat setelah kemunculannya dalam dokumen Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) DKI Jakarta.






