Global

Menaker AS Mundur Usai Diterpa Berbagai Skandal

Advertisement

WASHINGTON DC – Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat, Lori Chavez-DeRemer, mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (20/4/2026), mengakhiri masa jabatannya yang diwarnai serangkaian skandal. Keputusan ini diambil di tengah dinamika internal kabinet, menyusul pemberhentian Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Jaksa Agung Pam Bondi dalam waktu berdekatan.

“Meskipun masa jabatan saya di pemerintahan berakhir, bukan berarti saya akan berhenti memperjuangkan pekerja Amerika,” tulis Chavez-DeRemer melalui unggahan di platform X, seperti dikutip dari AFP. Ia menambahkan bahwa setelah meninggalkan jabatannya, dirinya akan kembali berkarier di sektor swasta.

Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, memberikan apresiasi atas kontribusi Chavez-DeRemer selama menjabat. Cheung menilai sang menteri telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam memimpin Departemen Tenaga Kerja (Depnaker).

Tekanan Skandal Lingkungan Kerja

Masa jabatan Chavez-DeRemer diwarnai tekanan terkait dugaan perilaku di lingkungan kerjanya. Mantan anggota Kongres dari Oregon ini, yang awalnya mendapat dukungan belasan anggota Partai Demokrat saat proses pengesahannya, menghadapi kritik tajam terkait dugaan perlakuan tidak pantas terhadap staf muda.

Laporan The New York Times pekan lalu mengungkap dugaan pengiriman pesan teks oleh Chavez-DeRemer dan mantan wakil kepala stafnya kepada staf untuk membawakan wine saat perjalanan dinas. Permintaan ini disebut sebagai bagian dari pola komunikasi yang dinilai tidak profesional di lingkungan departemen.

Kontroversi semakin membesar dengan munculnya laporan mengenai keterlibatan anggota keluarga Chavez-DeRemer dalam interaksi dengan staf perempuan muda. Suami dan ayah sang menteri dilaporkan turut mengirim pesan pribadi kepada sejumlah staf perempuan. Bahkan, beberapa staf disebut mendapat instruksi dari menteri untuk “memperhatikan” kedua pria tersebut.

Salah satu percakapan yang ditinjau The New York Times berasal dari April 2025. Ayah Chavez-DeRemer, Richard Chavez, mengirimkan pesan kepada seorang staf perempuan muda: “Saya dengar Anda di kota. Saya harap Anda bilang ke saya. Saya bisa saja membuat beberapa alasan untuk keluar dan mengajak Anda berkeliling. Tolong rahasiakan ini.”

Advertisement

Pesan-pesan tersebut dikumpulkan sebagai bagian dari penyelidikan internal terhadap gaya kepemimpinan Chavez-DeRemer. Sejumlah staf menggambarkan perempuan berusia 58 tahun itu kurang cocok dengan tugas dan tanggung jawab kementerian.

Dampak Penyelidikan dan Pengaduan Staf

Penyelidikan tersebut berdampak signifikan pada struktur tim di Depnaker AS. Empat orang dipaksa keluar dari tim Chavez-DeRemer, meliputi mantan kepala staf, wakil kepala staf, direktur persiapan, serta anggota tim keamanan yang dituduh memiliki hubungan pribadi dengan sang menteri.

Selain itu, tiga anggota staf mengajukan pengaduan pelanggaran hak sipil terkait lingkungan kerja yang tidak ramah. Meskipun demikian, Chavez-DeRemer tidak secara langsung dituduh melakukan pelanggaran dalam kasus yang melibatkan anggota keluarganya.

Namun, laporan dari MS NOW menyebutkan adanya dua pengaduan dari staf perempuan muda yang menuduh suami Chavez-DeRemer, Shawn DeRemer, melakukan sentuhan seksual tanpa izin pada akhir tahun lalu saat bekerja di kantor Depnaker AS.

Chavez-DeRemer tidak memberikan tanggapan spesifik mengenai berbagai kontroversi tersebut dalam pernyataan pengunduran dirinya. Gedung Putih menyatakan bahwa Wakil Menteri Tenaga Kerja, Keith Sonderling, akan menjabat sebagai pelaksana tugas. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai siapa yang akan ditunjuk oleh Presiden Trump sebagai pengganti tetap Chavez-DeRemer di posisi Menteri Tenaga Kerja AS.

Advertisement