BADUNG, KOMPAS.com — PT Pertamina (Persero) menutup sementara operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.803.30 di Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Langkah ini diambil menyusul insiden ledakan yang terjadi di area trotoar depan SPBU pada Jumat (17/4/2026) pagi.
Penutupan sementara ini bertujuan untuk memfasilitasi pemeriksaan mendalam terhadap seluruh infrastruktur SPBU, terutama pada jaringan perpipaan bahan bakar minyak (BBM). Pertamina ingin memastikan tidak ada potensi kebocoran yang dapat membahayakan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, mengonfirmasi bahwa saat ini timnya tengah melakukan uji kebocoran atau leak test di lokasi kejadian. “Saat ini, SPBU dalam proses leak test perpipaan untuk pengecekan indikasi kebocoran. Menunggu hasil asersi kondisi di lapangan, sementara SPBU tidak beroperasi,” ujar Ahad melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (20/4/2026).
Peristiwa ledakan yang terjadi pada Jumat pagi itu diketahui menyebabkan kerusakan pada gorong-gorong dan area trotoar sepanjang kurang lebih 25 meter. Pihak Pertamina menduga sumber api yang memicu ledakan berasal dari aktivitas merokok di sekitar lokasi SPBU.
“Dugaan awal terdapat orang merokok di depan totem SPBU yang mengakibatkan sumber api dan pemicu letupan,” jelas Ahad.
Kendati demikian, Ahad memastikan bahwa insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Pasokan dan distribusi BBM di wilayah Abiansemal serta daerah sekitarnya juga tetap berjalan normal.
Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan, Pertamina berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) setempat. Selain itu, rambu larangan menyalakan sumber api atau merokok akan ditambah di area yang terdampak.
“Saat ini, Pertamina dalam proses koordinasi dengan Polsek setempat dan menambahkan rambu ‘Dilarang Menyalakan Sumber Panas/Merokok’ di area terdampak setiap 15 meter sisi selatan,” pungkas Ahad.





