BANYUWANGI, Jawa Timur – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi mendorong integrasi pelaporan perolehan zakat dari seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) di wilayahnya. Langkah ini diambil menyusul potensi zakat di Kabupaten Banyuwangi yang diperkirakan mencapai Rp 120 miliar. Ketua Baznas Banyuwangi, Dwi Yanto, menekankan pentingnya tata kelola yang tertib, terutama dalam pencatatan laporan untuk menciptakan data yang terintegrasi.
“Saya berharap seluruh perolehan zakat dari LAZ dapat dicatatkan kepada kami. Perlu diingat bahwa laporan ini bersifat autobalanced atau administratif semata, tujuannya adalah agar data kita terintegrasi,” ujar Dwi pada Selasa (21/4/2026).
Dwi menjelaskan bahwa tanpa pencatatan yang menyeluruh, potensi zakat sebesar ratusan miliar rupiah berisiko tidak terpetakan secara optimal. Integrasi data ini krusial untuk memastikan pendistribusian zakat dapat tepat sasaran bagi seluruh mustahik di Banyuwangi.
Dalam sebuah rapat koordinasi yang dihadiri pula oleh perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, para pengelola zakat didorong untuk secara aktif melaporkan kinerja mereka. Hal ini merupakan bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat.
Perwakilan Kemenag Banyuwangi, Hariyanto, turut menggarisbawahi perlunya peningkatan pengelolaan zakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. “Semoga apa yang sudah berjalan baik saat ini, ke depan bisa menjadi semakin baik lagi. Harapannya, masyarakat yang membutuhkan (mustahik) dapat merasakan dampak positif dan semakin bahagia dengan adanya pengelolaan zakat yang lebih terorganisir,” ucapnya.
Dukungan terhadap penguatan tata kelola zakat juga datang dari berbagai organisasi masyarakat. Salah satunya adalah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Banyuwangi. Pengurus LDII Banyuwangi, Rudi Hidayat, menyatakan komitmennya untuk mendukung kebijakan administratif ini demi kemaslahatan umat yang lebih luas.
“Transparansi dan pelaporan yang baik adalah kunci kepercayaan masyarakat. Kami berkomitmen untuk mendukung kebijakan administratif ini demi kemaslahatan umat yang lebih luas,” kata Rudi.






