Regional

Saling Balas Jokowi-JK soal Ijazah, dari Pembuktian hingga Jasa Pilpres 2014

Advertisement

Polemik seputar keabsahan ijazah sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir, bahkan menyeret nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK). Isu ini mencuat setelah adanya pihak yang mempertanyakan keabsahan ijazah Presiden ke-7 RI tersebut, bahkan kasusnya telah ditangani oleh Polda Metro Jaya. Nama JK ikut terseret setelah muncul tudingan bahwa ia berada di balik pendanaan isu ijazah palsu Jokowi.

Dalam rentetan pernyataan yang saling bersahutan, JK sempat meminta Jokowi untuk memperlihatkan ijazah aslinya demi mengakhiri polemik yang dinilai berlarut-larut.

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah

Permintaan JK ini disampaikan saat ia melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri terkait tudingan pendanaan isu ijazah palsu. Menurut JK, isu ijazah palsu Jokowi telah berlangsung selama beberapa tahun dan menimbulkan dampak luas di masyarakat.

“Meresahan masyarakat, merugikan waktu, merugikan masyarakat, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua, puluhan miliar uang habis untuk ke pengacara apakah seperti saya ini waktu saya hilang,” ujar JK, mengutip Kompas.com, Rabu (8/4/2026).

Ia menilai polemik tersebut seharusnya segera diakhiri agar tidak terus memicu perpecahan di tengah masyarakat. Bagi JK, penyelesaian isu ini penting untuk menjaga ketenangan publik.

Jokowi: Pihak yang Menuduh Harus Membuktikan

Presiden Jokowi, alih-alih langsung memenuhi permintaan JK, justru menegaskan bahwa pihak yang menuduhlah yang seharusnya membuktikan kebenaran tudingannya.

“Itu juga serahkan pada proses hukum yang ada. Dan, memang mestinya yang menuduh itu yang membuktikan,” kata Jokowi, dikutip dari Kompas.com, Jumat (10/4/2026).

“Bukan saya disuruh menunjukkan. Nanti semua orang bisa menuduh dan suruh menunjukkan buktinya yang dituduh. Kebalik-balik itu,” tambahnya.

Jokowi juga menyatakan tidak ingin berspekulasi mengenai dugaan adanya tokoh di balik isu tersebut, dan memilih menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berjalan.

“Saya tidak mau berspekulasi mengenai nama. Karena itu perlu bukti-bukti fakta-fakta hukum. Jadi ini juga sama serahkan semua pada proses hukum yang ada,” ujar Jokowi.

JK Kembali Mendesak, Sebut Jasa di Pilpres 2014

Tak lama berselang, JK kembali mengungkapkan pandangannya terkait polemik ijazah palsu Jokowi. Ia menilai, namanya semakin terseret setelah melaporkan Rismon ke polisi.

“Saya tidak tahu. Saya saya tidak tidak menuduh politik. Tetapi, ini kenyataannya bahwa ini timbul setelah saya mengadukan Rismon,” ujar JK, dikutip dari Kompas TV, Sabtu (18/4/2026).

Advertisement

Ia kembali mendesak Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya.

“Dan kedua saya mengatakan bahwa ini sudah dua tahun rakyat ini berkonflik, bertentangan, saling mengadu, saling berteriak-berteriak, sudahlah Pak Jokowi sudah kasihlah ijazah saja,” tambahnya.

JK juga menyinggung posisinya sebagai pihak yang lebih senior dan berharap polemik tersebut bisa segera diselesaikan. “Saya lebih tua dari dia. Jadi, sebagai orang yang lebih senior saya nasihati,” tambahnya.

Lebih lanjut, JK menyebut dirinya pernah berperan dalam perjalanan politik Jokowi, termasuk saat mendorongnya maju ke tingkat nasional. “Jokowi jadi presiden karena saya kan tanpa gubernur mana bisa jadi presiden,” kata JK.

Jokowi Tanggapi Santai, Siap Tunjukkan Ijazah di Pengadilan

Menanggapi pernyataan JK, Presiden Jokowi merespons dengan nada santai. Ia menyebut dirinya hanya orang biasa.

“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ungkap Jokowi dikutip dari TribunSolo, Senin (20/4/2026).

Di sisi lain, Jokowi berharap polemik ijazah palsu yang menyeret namanya segera dibawa ke pengadilan agar mendapat kepastian hukum. “Ya pengin saya seperti itu secepat-cepatnya. Ini kan sudah hampir satu tahun,” ujar Jokowi, dikutip dari Kompas.com, Jumat (10/4/2026).

Ia berharap berkas perkara segera dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke pengadilan agar kebenaran dapat diuji secara terbuka. “Segera di-P21 dan diserahkan kepada pengadilan untuk nanti kita bisa menunjukkan, mana yang benar, mana yang tidak benar,” ungkapnya.

Jokowi juga menyatakan kesiapannya untuk menunjukkan seluruh ijazah asli jika diminta dalam persidangan.

“Kalau diminta hakim untuk menunjukkan ijazah asli akan saya tunjukkan. Baik SD, SMP, SMA, S-1 semuanya saya akan tunjukkan. Ya forumnya jelas. Forum hukumnya ada di pengadilan,” tegasnya.

Advertisement