Global

Trump Siap Bertemu Pemimpin Iran, Tegaskan Tak Ada yang Main-main

Advertisement

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesiapannya untuk bertemu dengan para pemimpin senior Iran apabila terjadi kemajuan dalam negosiasi. Pernyataan ini disampaikan di tengah tenggat waktu gencatan senjata AS-Iran yang akan berakhir pada Rabu (22/4/2026) malam waktu Washington.

“Saya tidak masalah bertemu dengan mereka,” ujar Trump seperti dilansir New York Post pada Senin (20/4/2026). Ia menambahkan, “Jika mereka ingin bertemu, kami memiliki beberapa orang yang sangat cakap, tetapi saya tidak masalah bertemu dengan mereka.” Kesediaan ini menggarisbawahi urgensi perundingan yang sedang berlangsung.

Trump juga mengisyaratkan bahwa Iran perlu terlibat dalam diskusi yang serius. Hal ini diutarakan hanya beberapa jam setelah Iran mengklaim tidak akan bertemu dengan delegasi AS di Islamabad. “Kita seharusnya mengadakan pembicaraan. Jadi saya berasumsi saat ini tidak ada yang sedang bermain-main,” tegas Trump.

Trump Tekankan Hentikan Pengembangan Nuklir Iran

Presiden Trump menegaskan bahwa perpanjangan gencatan senjata tidak mungkin terjadi. Ia memperkirakan pertempuran akan berlanjut jika kesepakatan tidak tercapai, demikian laporan Bloomberg pada (20/4/2026). Inti dari negosiasi tersebut, menurut Trump, adalah satu tuntutan yang tidak dapat ditawar: Iran harus menghentikan upaya pengembangan senjata nuklir.

“Singkirkan senjata nuklir mereka. Itu sangat sederhana,” kata Trump. “Tidak akan ada senjata nuklir.” Ia menambahkan, Iran memiliki potensi besar untuk berkembang apabila para pemimpinnya sepakat untuk mengakhiri program nuklir tersebut secara permanen.

“Jika tidak demikian, ini akan menjadi negara yang luar biasa, sungguh bisa menjadi negara yang luar biasa,” ujar Trump. Namun, ia menolak merinci konsekuensi yang mungkin dihadapi Teheran jika menolak tuntutan atau jika pembicaraan gagal. “Yah, saya tidak ingin membahas itu dengan Anda. Anda bisa bayangkan. Itu tidak akan menyenangkan,” jelasnya.

Advertisement

Sebelumnya, Presiden Trump pernah mengancam akan menghancurkan seluruh jembatan dan pembangkit listrik Iran jika rezim tersebut tidak menyetujui kesepakatan damai.

JD Vance Pimpin Delegasi AS ke Pakistan

Trump juga mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan penasihat Jared Kushner akan bertolak ke Islamabad untuk persiapan pertemuan. JD Vance diperkirakan tiba di Islamabad pada Rabu (22/4/2026), menurut sumber yang dekat dengan proses mediasi kepada Al Jazeera.

Ia dijadwalkan berangkat dari Washington pada Selasa malam waktu Pakistan dan tiba di ibu kota Pakistan pada Rabu pagi atau siang hari. Vance akan memimpin delegasi AS untuk putaran kedua pembicaraan dengan Iran, dengan negosiasi yang direncanakan sementara pada hari Rabu.

Sementara itu, sumber-sumber di Kementerian Luar Negeri dan parlemen Iran menyatakan bahwa belum ada tim Iran yang dikirim ke Islamabad. Ketua Parlemen Iran dan kepala negosiator Ghalibaf, Menteri Luar Negeri Araghchi, serta wakilnya dilaporkan masih berada di Iran. Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, juga mengonfirmasi bahwa tidak ada perwakilan Iran, termasuk tim teknis, yang dikirim ke Islamabad.

Advertisement