Regional

Viral Video Pemuda Bopong dan Banting Anak di Kediri, Polisi: Pelaku Terindikasi ODGJ

Advertisement

Sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda membopong dan membanting seorang anak di sebuah gang sepi di Kota Kediri, Jawa Timur, viral di media sosial. Rekaman kamera pengawas itu memicu beragam narasi, mulai dari dugaan penculikan hingga aksi balas dendam.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa pelaku telah diamankan sesaat setelah kejadian. “Terduga pelakunya saat itu juga langsung kami amankan,” ujar AKP Achmad Elyasarif Martadinata, Rabu (22/4/2026).

Detail Kejadian dan Identitas Pelaku

Peristiwa nahas itu terjadi pada malam 15 April 2026 di sebuah gang di Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto. Korban adalah Sf (6), sementara pelaku adalah Raf (19). Keduanya dilaporkan tidak saling mengenal. Raf, yang berasal dari Kabupaten Tuban, diketahui merupakan seorang mahasiswa yang indekos di lingkungan tersebut. Sf adalah anak dari warga sekitar.

Motif Masih Diselidiki, Pelaku Terindikasi ODGJ

Terkait beredarnya kabar bahwa pelaku melakukan aksinya karena kesal diejek anak-anak sekitar, Kasatreskrim mengaku masih perlu pendalaman lebih lanjut. Hal ini dikarenakan pemeriksaan terhadap terduga pelaku belum dapat dilakukan secara optimal karena yang bersangkutan terindikasi mengalami masalah kejiwaan atau Orang Dengan Gangguan Jiwaan (ODGJ).

Advertisement

“Pihak keluarga (terduga pelaku) tunjukkan surat kesehatan yang keluar tahun 2025. Isinya menjelaskan ada masalah pada kondisi kejiwaannya,” ungkap perwira yang baru bertugas di wilayah Kediri tersebut.

Langkah Selanjutnya Kepolisian

Oleh karena itu, sebelum melanjutkan proses pemeriksaan, kepolisian berencana akan memeriksakan terduga pelaku ke psikiater untuk mendapatkan perbandingan hasil pemeriksaan. “Penyelidikan tetap dilakukan untuk perkara ini. Makanya perlu pembanding karena kalau statusnya ada gangguan kejiwaan juga gak bisa diperiksa,” pungkasnya.

Advertisement