Cahaya

Wamenhaj Imbau Daerah Kurangi Seremonial Pelepasan Haji

Advertisement

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau pemerintah daerah untuk mengurangi frekuensi dan durasi acara seremonial pelepasan jemaah calon haji. Imbauan ini disampaikan di Jakarta pada Rabu (15/5/2024) dengan fokus utama menjaga kondisi kebugaran para jemaah sebelum menempuh perjalanan jauh ke Tanah Suci.

Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan bahwa akumulasi acara seremonial dapat menguras energi jemaah yang seharusnya dimanfaatkan untuk istirahat. “Mohon jangan terlalu banyak seremonial di daerahnya masing-masing terkait dengan pelepasan jemaah, supaya kemudian jemaah tidak banyak lama menunggu, tidak letih karena seremonial yang terlalu banyak itu menyebabkan jemaah mudah letih,” ujar Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak.

Ia menambahkan, fenomena seremonial berulang di tingkat kabupaten/kota hingga embarkasi kerap mewarnai keberangkatan jemaah calon haji. Situasi ini dinilai berisiko, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia), kelompok berisiko tinggi (risti), dan penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus terhadap istirahat mereka.

“Mohon dipahami supaya bisa kurangi acara-acara seremonial di daerah terkait dengan pelepasan jemaah,” pinta Wamenhaj Dahnil.

Advertisement

Perjalanan Kloter Pertama Dimulai

Imbauan ini disampaikan bertepatan dengan dimulainya rangkaian operasional misi haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sebelumnya, pada Rabu (15/5/2024), sebanyak 391 calon haji dari kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Pondok Gede Jakarta (JKG 1) telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.

Ratusan jemaah tersebut terbang menuju Madinah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Keberangkatan kloter pertama ini dilakukan menggunakan maskapai Garuda Indonesia pada sekitar pukul 00.45 WIB.

Advertisement