BLITAR, KOMPAS.com – Sebanyak 72.468 warga Kabupaten Blitar, Jawa Timur, teridentifikasi mengalami gejala kegemukan atau obesitas, demikian hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selama tiga bulan pertama tahun 2026. Angka tersebut setara dengan 31 persen dari total peserta program.
Program pemeriksaan kesehatan gratis yang berlangsung di 25 puskesmas di 22 kecamatan di Kabupaten Blitar ini mencatat 22.459 orang dari total 72.468 peserta menunjukkan indikator obesitas. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto, menjelaskan bahwa ukuran lingkar perut menjadi salah satu patokan utama.
“Indikator obesitas adalah mereka yang ukuran lingkar perutnya 90 centimeter atau lebih untuk pria dan 80 centimeter atau lebih untuk wanita,” ujar Anggit saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).
Program Kemenkes di Kabupaten Blitar
Program pemeriksaan kesehatan gratis dari Kemenkes ini telah berjalan sejak awal 2025 dan dilaksanakan di seluruh Indonesia melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas. Di Kabupaten Blitar, program ini diimplementasikan di 25 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.
Anggit menambahkan, dari 22.459 warga yang mengalami kegemukan, mayoritas adalah perempuan. Namun, ia tidak merinci perbandingan jumlah antara laki-laki dan perempuan yang teridentifikasi obesitas.
Lebih lanjut, Anggit menekankan bahwa kondisi obesitas meningkatkan risiko seseorang menderita gangguan kesehatan kronis yang serius.
“Secara umum, obesitas terjadi karena seseorang kurang aktivitas gerak fisik dan kalori yang masuk ke tubuh terlalu banyak,” katanya.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga rutinitas aktivitas fisik dan mengendalikan asupan makanan tinggi kalori guna mencegah serta mengatasi obesitas.
Pemeriksaan yang Diminati
Menurut Anggit, jenis pemeriksaan yang paling banyak dimanfaatkan oleh warga dalam program ini adalah pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan lingkar perut, lanjutnya, secara khusus dilakukan terhadap warga yang secara visual dinilai memiliki ukuran perut di atas normal.






