Regional

Aksi Warga Pamekasan Taklukkan Jalur Sempit Demi Antar Rangka Jembatan 18 Meter

Advertisement

PAMEKASAN, KOMPAS.com – Semangat gotong royong puluhan warga Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Jawa Timur, terlihat jelas pada Senin (20/4/2026) saat mereka bahu-membahu mengangkut rangka besi jembatan sepanjang 18 meter. Dengan bobot yang diperkirakan berat, sekitar 60 warga terpaksa memikulnya sejauh 1 kilometer menuju lokasi pembangunan.

Perjalanan tak ubahnya medan berat. Teriakan saling memberi aba-aba memecah keheningan saat warga memikul rangka besi tersebut. Tak jarang, mereka harus menerobos ladang pertanian demi mencapai titik tujuan. “Setelah 20 meter perjalanan, warga berhenti dan beristirahat. Beban berat terasa lebih ringan demi dibangunnya jembatan,” ujar salah seorang warga setempat, Syamsul Arifin, kepada Kompas.com pada Rabu (22/4/2026).

Syamsul menjelaskan, rute yang dilalui memang tidak mudah. Akses jalan yang sempit dan berkelok menjadi tantangan tersendiri. “Selain akses sempit, ukuran kerangka besi 18 meter dan lebar 1,5 meter tidak bisa diangkut kendaraan,” tuturnya.

Ia menambahkan, rangka jembatan sengaja tidak dirakit di lokasi jembatan yang rusak. Pertimbangan utamanya adalah untuk menghemat biaya, sekaligus mengatasi minimnya pasokan listrik di area tersebut yang menyulitkan proses perakitan.

Sumber Pendanaan dan Manfaat Jembatan

“Kerangka jembatan dibuat dari hasil patungan warga dan dibantu pemerintah desa,” ungkap Syamsul.

Jembatan yang sedang dibangun ini memiliki peran vital sebagai akses utama aktivitas pertanian bagi warga dari dua dusun, yakni Dusun Bamalaka dan Dusun Klompek. Selama ini, tanpa jembatan yang memadai, warga terpaksa menempuh jarak yang jauh untuk melakukan aktivitas mereka.

Advertisement

“Selama bertahun-tahun kami berharap ada jembatan layak, baru sekarang bisa membangun sendiri dan patungan,” imbuhnya, menunjukkan kerinduan warga akan akses yang lebih baik.

Pembangunan jembatan yang dimulai sejak Senin (20/4/2026) ini melibatkan warga dari kedua dusun secara kompak. Semangat kebersamaan ini ditujukan untuk memperbaiki jembatan yang telah rusak lebih dari lima tahun.

Dukungan Polisi

Kapolsek Kadur, Iptu Wahyu Dwi Purnomo, turut memastikan dukungan dari aparat kepolisian dalam proyek pembangunan jembatan ini. Sejumlah anggota polisi diterjunkan untuk membantu proses tersebut.

“Kami juga membantu material jembatan pasir batu. Hari ini kita rencanakan kirim batu ke lokasi,” kata Iptu Wahyu.

Ia menambahkan, kehadiran polisi di lokasi adalah bentuk apresiasi terhadap kekompakan warga. “Mereka bergotong royong dan harus didukung penuh oleh semua pihak,” tutupnya.

Advertisement