Regional

BERITA FOTO: Puing-puing Helikopter PK-CFX di Sekadau, Mesin Akhirnya Dievakuasi

Advertisement

Puing-puing helikopter Airbus Helicopter H-130 (tipe H-130T2) dengan nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, telah selesai diinvestigasi dan dievakuasi mesinnya oleh tim gabungan. Proses investigasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 18 hingga 20 April 2026.

Pada hari pertama, Sabtu (18/4/2026), tim gabungan yang terdiri dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas, TNI, kru PT. Matthew Air, serta dukungan masyarakat setempat, memulai pemeriksaan di lokasi jatuhnya helikopter. Fokus awal adalah mengidentifikasi posisi akhir pesawat, menelusuri sebaran puing, serta mengamankan dokumen penerbangan dan barang pribadi milik korban.

Memasuki hari kedua, Minggu (19/4/2026), investigasi berlanjut dengan pengumpulan data yang lebih mendalam. Tim melakukan dokumentasi rinci terhadap berbagai komponen helikopter. Sejumlah instrumen penting diamankan untuk analisis lebih lanjut, termasuk perangkat kokpit seperti altimeter, airspeed indicator, indikator mesin, kamera kokpit, serta sistem DECU (Digital Engine Control Unit) dan FADEC (Full Authority Digital Engine Control).

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menyatakan, “Beberapa barang yang berhasil diamankan pada tahap awal antara lain dokumen penerbangan dan barang-barang pribadi milik korban berupa tas serta perlengkapan lainnya.” Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com pada Senin (20/4/2026).

Evakuasi Mesin Menjadi Fokus Utama

Hari ketiga, Senin (20/4/2026), menandai puncak dari kegiatan investigasi dengan fokus pada evakuasi mesin helikopter dari titik jatuh. Proses ini merupakan tahapan krusial dalam kelanjutan investigasi kecelakaan udara tersebut.

“Pada hari terakhir, tim gabungan melaksanakan evakuasi komponen utama helikopter berupa mesin dari titik jatuh sebagai bagian dari tahapan lanjutan investigasi kecelakaan udara,” ujar Triyono.

Advertisement

Evakuasi mesin dilakukan secara manual dengan melibatkan personel gabungan dan partisipasi aktif dari warga setempat. Sekitar 15 warga Dusun Gandis turut serta membantu mengangkat mesin melalui jalur yang memiliki medan sulit, terdiri dari tanjakan, turunan, dan akses yang terbatas.

“Medan yang dilalui berupa tanjakan, turunan, dan akses yang terbatas, sehingga membutuhkan kerja sama seluruh tim serta partisipasi dari masyarakat sekitar,” jelas Triyono.

Setelah berhasil dikeluarkan dari lokasi jatuhnya helikopter, mesin kemudian diangkut menggunakan kendaraan roda empat menuju kantor KNKT untuk menjalani pemeriksaan teknis lebih lanjut.

Triyono menambahkan apresiasinya kepada masyarakat. “Kami mengapresiasi kepedulian dan partisipasi masyarakat setempat yang turut membantu proses evakuasi. Dukungan warga sangat membantu tim gabungan, terutama dalam proses pengangkatan mesin dari lokasi yang cukup sulit dijangkau,” pungkasnya.

Advertisement