JAKARTA, KOMPAS.com — PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli mencatat peningkatan signifikan dalam pengumpulan limbah elektronik atau e-waste melalui program Gadget for Good. Tren ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, terutama dalam mengelola sampah elektronik yang terus bertambah volumenya.
Program yang diluncurkan untuk mendorong pengelolaan e-waste sebagai kebiasaan harian ini menunjukkan partisipasi masyarakat yang positif. Rata-rata volume e-waste yang terkumpul naik 54 persen, dari 1,5 item per hari pada Desember 2025 menjadi 2,4 item per hari pada kuartal I 2026.
Tiga jenis perangkat elektronik yang paling banyak diserahkan oleh masyarakat adalah charger ponsel, mouse, dan powerbank. Peningkatan ini mengindikasikan adanya pergeseran perilaku konsumen menuju pengelolaan perangkat pascapakai yang lebih bertanggung jawab.
Tantangan Global dan Nasional Pengelolaan E-waste
Fenomena peningkatan e-waste bukan hanya terjadi di Indonesia. Laporan Global E-waste Monitor 2024 menyebutkan volume limbah elektronik global mencapai 62 juta ton pada 2022 dan diprediksi melonjak menjadi 82 juta ton pada 2030. Ironisnya, hanya 22,3 persen dari total tersebut yang berhasil didaur ulang secara formal, menurut data World Health Organization (WHO).
Di Indonesia, permasalahan ini juga terbilang serius. Produksi sampah elektronik nasional diperkirakan mencapai 2 juta ton per tahun, menempatkan Indonesia sebagai salah satu penyumbang terbesar di Asia Tenggara. Mayoritas sampah ini, lebih dari separuhnya, berasal dari Pulau Jawa.
Kesenjangan antara volume sampah elektronik yang dihasilkan dengan kapasitas pengelolaannya masih menjadi pekerjaan rumah besar. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa di DKI Jakarta, hanya sekitar 165 ton e-waste yang berhasil dikelola dalam kurun waktu 2019 hingga Mei 2024.
Blibli Perluas Akses Pengelolaan E-waste
Menjawab tantangan tersebut, Blibli melalui program E-Waste Collection Program yang terintegrasi dalam Gadget for Good, menyediakan dropbox pengumpulan limbah elektronik di lima Blibli Store. Titik-titik tersebut meliputi Central Park, Gandaria City, Bintaro Jaya Xchange Mall, Lippo Mall Puri, dan AEON Mall Sentul.
Head of ESG Blibli, Ignacia Chiara Irawan, menekankan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian integral dari operasional perusahaan. “Sustainability merupakan bagian dari cara kami beroperasi setiap hari, bukan sekadar program yang ‘dinyalakan’ saat Earth Day lalu ‘diredupkan’ setelahnya,” ujar Chiara dalam siaran pers, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan, Blibli terus berupaya menghadirkan peluang di setiap kanal transaksi, baik daring maupun luring, untuk mendorong dampak positif yang lebih luas bagi lingkungan. Komitmen ini dijalankan secara konsisten melalui berbagai inisiatif pengelolaan limbah, termasuk program Take Back Packaging hingga E-Waste Collection.
Perluas Jangkauan di Ruang Publik
Selain melalui jaringan toko, Blibli juga memperluas jangkauan pengumpulan e-waste dengan hadir di ruang publik. Salah satunya melalui kolaborasi di Eternity Privilege, Lantai 2 AEON Mall Sentul City, yang berlangsung pada 14 April hingga 3 Mei 2026.
Inisiatif ini memungkinkan pelanggan untuk menyerahkan minimal empat perangkat elektronik kecil, seperti charger, earphone, powerbank, hingga konsol permainan. Sebagai apresiasi, pelanggan berkesempatan memenangkan voucher Rp 100.000 untuk pembelian produk Samsung di Blibli Store AEON Mall Sentul City, selama kuota tersedia.
Perluasan jangkauan ini merupakan bagian dari upaya Blibli untuk memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pengelolaan limbah elektronik yang bertanggung jawab. Pendekatan ini juga bertujuan memperkuat ekosistem sirkular melalui kolaborasi multipihak.
Integrasi dengan Inisiatif Keberlanjutan Lainnya
Program pengumpulan limbah elektronik ini merupakan bagian dari pendekatan keberlanjutan yang lebih luas di Blibli. Sejak 2020, perusahaan telah menjalankan Take Back Program Packaging, sebuah inisiatif yang memungkinkan pelanggan mengembalikan kemasan bekas untuk dikelola kembali.
Dalam program tersebut, setiap 150 kemasan bekas yang dikembalikan dikonversi menjadi satu bibit pohon. Pelanggan juga berhak mendapatkan 100 Blibli Tiket Poins untuk setiap kemasan bekas yang dikembalikan.
Keberlanjutan di Blibli juga diperkuat melalui fitur Misi Tanam Pohon, opsi layanan Green Delivery, serta implementasi Green Building di fasilitas warehouse perusahaan. Upaya-upaya ini menunjukkan komitmen Blibli dalam menekan jejak karbon di seluruh rantai operasional, tidak hanya berfokus pada fase transaksi, tetapi juga mencakup pengelolaan material pascakonsumsi dan efisiensi operasional.






