PALEMBANG, CNN INDONESIA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu dengan total berat 16,9 kilogram di Kota Palembang. Dalam operasi pengungkapan ini, dua orang kurir yang diduga merupakan bagian dari jaringan internasional turut diamankan.
Kedua tersangka yang berhasil ditangkap adalah Julianto, warga Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, dan Hengki alias Eeng, warga Kelurahan Sei Lais, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Sumatera Selatan.
Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNN Sumatera Selatan, Kombes Basani R Sagala, menjelaskan bahwa penangkapan ini berawal dari adanya laporan masyarakat mengenai aktivitas peredaran narkoba yang mencurigakan.
Petugas BNN kemudian melakukan penggerebekan di kediaman Julianto. Di lokasi tersebut, petugas menemukan 15 bungkus besar sabu yang disembunyikan di dalam dua koper di kamar. Rinciannya, 11 bungkus berlabel “Dan Guanyin” dengan berat total 12.555,25 gram tersimpan dalam koper biru, sementara empat bungkus berlabel “Gold Leaf” dengan berat 4.350,10 gram ditemukan dalam koper cokelat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Julianto mengakui bahwa sabu tersebut diantarkan kepadanya oleh Hengki. Menindaklanjuti pengakuan tersebut, petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Hengki di rumahnya pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
“Dua kurir narkoba jaringan lintas negara Malaysia–Palembang berhasil kita ringkus,” ujar Basani kepada wartawan pada Rabu (22/4/2026).
Basani menambahkan, berdasarkan interogasi awal, kedua tersangka mengaku menerima bayaran sebesar Rp 10 juta hingga Rp 30 juta untuk setiap kali pengantaran sabu tersebut. Narkotika jenis sabu ini rencananya akan diedarkan oleh kedua tersangka di wilayah Kota Palembang.
“Saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk memburu dua pelaku lain berinisial W dan R yang diduga sebagai pengendali sekaligus pemilik barang,” jelasnya.
Saat ini, kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas BNN Sumatera Selatan untuk membongkar jaringan narkoba yang lebih luas di wilayah tersebut.






