JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya mendampingi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar mampu menembus jaringan ritel modern. Langkah ini mencakup fasilitasi dan pendampingan menyeluruh dari hulu ke hilir, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga pemenuhan standar yang dibutuhkan pasar.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, menegaskan komitmen Kemendag dalam membantu UMKM. “Kemendag secara aktif membantu UMKM agar bisa masuk ke ritel modern, mulai dari peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar dan sertifikasi, hingga mempertemukan UMKM dengan pelaku ritel melalui program business matching,” ujar Roro dalam keterangan resminya pada Selasa (21/4/2026).
Pendampingan ini bersifat komprehensif. Kemendag memastikan kesiapan produk, kapasitas produksi, hingga kemasan UMKM sesuai dengan kebutuhan pasar ritel modern. “Kami mendampingi UMKM dari hulu ke hilir, memastikan kesiapan produk, kapasitas produksi, hingga kemasan agar sesuai dengan kebutuhan pasar ritel modern,” jelasnya.
Kisah Sukses UMKM Rizkyanti
Salah satu contoh keberhasilan program ini adalah UMKM Rizkyanti, yang bergerak di bidang pengolahan pangan berbasis ikan. Berawal dari skala rumahan pada tahun 1998, Rizkyanti kini telah bertransformasi menjadi pemasok bagi ritel modern dan bahkan merambah pasar ekspor.
Sejak 2012, UMKM ini telah menjalin kemitraan dengan 544 toko ritel modern di Palembang dan berhasil memperluas jangkauannya hingga ke Singapura. Keberhasilan ini tak lepas dari strategi pemasaran yang adaptif, menggabungkan pemasaran digital melalui media sosial dan layanan delivery order, serta ekspansi ke berbagai kota di Indonesia seperti Banyuwangi, Bandung, Yogyakarta, dan Lampung.
Keberhasilan UMKM Rizkyanti juga didukung oleh pemenuhan berbagai standar penting. “Keberhasilan UMKM Rizkyanti juga didukung oleh pemenuhan berbagai standar seperti sertifikasi halal, Sertifikat Kelayakan Pengolahan, HAKI, GMP, SSOP, serta izin edar yang memperkuat daya saing produk di pasar,” ungkap Roro.
Peran Perempuan dalam UMKM
Dalam kunjungannya meninjau salah satu gerai ritel modern yang memasarkan produk UMKM Rizkyanti, Roro menyoroti peran strategis perempuan dalam sektor UMKM. “Sebanyak 64,5 persen pelaku UMKM merupakan perempuan. Ini menunjukkan bahwa perempuan menjadi kekuatan utama dalam mendorong aktivitas ekonomi produktif,” tegasnya.
Keterlibatan perempuan yang tinggi dalam UMKM berkontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi keluarga. Sektor-sektor yang banyak digeluti perempuan pelaku UMKM, seperti perdagangan, kuliner, dan industri rumahan, terbukti relatif tangguh menghadapi dinamika ekonomi.
Secara keseluruhan, UMKM memainkan peran krusial dalam perekonomian nasional. “UMKM secara keseluruhan menyumbang sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja,” ujar Roro. “Dengan demikian, kontribusi perempuan dalam UMKM menjadi sangat signifikan, baik dalam menopang perekonomian nasional maupun memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” tambahnya.
Program Pendukung UMKM
Kemendag terus menggalakkan berbagai program untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar domestik maupun internasional. Salah satu inisiatif unggulan adalah program UMKM BISA Ekspor (Berani Inovasi, Siap Adaptasi). Program ini menyediakan pendampingan komprehensif mulai dari kurasi produk, pitching, hingga mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli internasional.
Dalam program ini, Kemendag juga memanfaatkan teknologi, termasuk kolaborasi dengan Google, untuk membantu UMKM meningkatkan kualitas produk dan strategi pemasaran digital. Pelaku usaha juga didorong mendaftarkan produk melalui platform Inaexport sebagai pintu masuk verifikasi data dan peluang business matching dengan pembeli global.
Selain fokus pada ekspor, Kemendag juga memperluas akses pasar domestik melalui kemitraan strategis. Produk UMKM kini hadir di berbagai titik potensial, termasuk layanan kereta api melalui kerja sama dengan PT KAI Services, serta kolaborasi dengan organisasi seperti PP Muhammadiyah untuk memperluas distribusi dan promosi produk lokal.
Peningkatan kapasitas pelaku UMKM juga menjadi prioritas. Kemendag menggelar program pelatihan content creator marketing untuk membekali pelaku usaha dengan kemampuan membuat konten promosi yang menarik dan relevan di era digital.






