Money

Dua Wanita Terkaya Indonesia, Asetnya Bernilai 80 Triliun

Advertisement

Indonesia kini memiliki dua perempuan yang bertengger di daftar The Real Time Billionaires List versi Forbes, dengan total kekayaan gabungan mencapai lebih dari Rp 80 triliun. Keduanya adalah Marina Budiman dan Dewi Kam, yang kiprah bisnisnya menempatkan mereka sebagai wanita terkaya di Tanah Air.

Perlu dicatat bahwa daftar kekayaan ini bersifat dinamis. Perkiraan nilai kekayaan bersih dan nilai kepemilikan publik dapat berubah sewaktu-waktu, dengan data kepemilikan publik yang diperbarui secara berkala setiap 5 hingga 15 menit selama jam perdagangan bursa saham.

Profil Dua Wanita Terkaya Indonesia Versi Forbes

Marina Budiman: Pelopor Pusat Data di Asia Tenggara

Marina Budiman menduduki peringkat teratas sebagai wanita terkaya di Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri dan Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk (DCII), sebuah perusahaan yang bergerak di sektor pusat data.

PT DCII, yang didirikan oleh Marina bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia pada tahun 2011, berhasil membangun pusat data Tier-IV, yang merupakan yang pertama di Asia Tenggara. Perusahaan ini memiliki fasilitas di tiga lokasi strategis: Cibitung, Karawang, dan Jakarta.

Sebelum terjun ke bisnis pusat data, Marina memiliki rekam jejak panjang di industri teknologi. Ia pernah bekerja di perusahaan teknologi Sigma Cipta Caraka sejak 1989. Berbekal pengalaman tersebut, pada tahun 1994, Marina turut mendirikan Indonet, yang menjadi penyedia layanan internet pertama di Indonesia. Pada tahun 2023, Marina dan para pendiri Indonet memutuskan untuk menjual saham mereka.

Lulusan University of Toronto, Kanada ini, tercatat memiliki kekayaan bersih senilai 4,9 miliar dollar AS, atau setara dengan sekitar Rp 83 triliun.

Advertisement

Dewi Kam: Penguasa Bisnis Batu Bara dan Energi

Dewi Kam menempati posisi kedua sebagai wanita terkaya di Indonesia. Berbeda dengan Marina yang bergerak di bidang teknologi, Dewi Kam membangun kerajaan bisnisnya di sektor pertambangan batu bara.

Ia merupakan pemegang saham signifikan di PT Bayan Resources Tbk, yang dikenal sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia berdasarkan volume penjualannya. Menariknya, di tengah krisis global yang melanda pada tahun 2022, nilai saham Bayan Resources justru melonjak tiga kali lipat.

Pada hari ini, Selasa (21/4/2026), harga saham Bayan Resources (BYAN) diperdagangkan di angka Rp 12.300 per lembar.

Selain bisnis batu bara, Dewi Kam juga melebarkan sayapnya ke sektor pembangkit listrik. Ia terlibat dalam operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Sulawesi Selatan. Keterlibatannya juga mencakup proyek PLTU Cilacap, yang dijalankan melalui PT Sumber Energi Sakti Prima, sebuah perusahaan patungan bersama Richard Jassin.

Berdasarkan data Forbes, kekayaan bersih Dewi Kam mencapai 4,8 miliar dollar AS, dengan kontribusi utama berasal dari sektor batu bara.

Advertisement