Health

Gagal Ginjal Kini Ancam Anak Muda, Menkes Soroti Kebiasaan Minum Manis

Advertisement

Gagal ginjal kini tak lagi hanya mengancam kelompok usia lanjut. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti meningkatnya kasus penyakit ini pada usia produktif, bahkan anak muda, yang dipicu oleh kebiasaan konsumsi minuman manis.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Budi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @bgsadikin, pada Minggu (19/4/2026). Dalam video yang diunggah, ia menekankan bahwa kebiasaan minum manis menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi pada lonjakan kasus gagal ginjal.

Beban Biaya Gagal Ginjal Capai Rp 13 Triliun

Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa gagal ginjal telah menjadi penyakit dengan beban biaya penanganan yang sangat besar bagi negara. “Satu penyakit ini menguras Rp 13 triliun uang Indonesia,” ujarnya dalam video tersebut.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa biaya penanganan penyakit ginjal mengalami peningkatan drastis, mencapai 400 persen dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Angka ini mengindikasikan peningkatan kasus yang signifikan dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

Penyakit Gagal Ginjal Tak Lagi Eksklusif Lansia

Menteri Kesehatan menegaskan bahwa gagal ginjal kini tidak lagi hanya menyerang kelompok usia tua. “Sudah bukan penyakit orang tua saja, sekarang banyak anak-anak muda usia produktif juga terkena gagal ginjal,” katanya.

Pergeseran demografi penderita gagal ginjal ini menjadi peringatan keras mengenai dampak pola hidup modern terhadap kesehatan. Kebiasaan sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan asupan makanan dan minuman, ternyata memiliki pengaruh besar terhadap risiko penyakit kronis.

Kebiasaan Minum Manis Jadi Sorotan Utama

Dalam unggahan Instagramnya, Budi Gunadi Sadikin secara spesifik menyoroti kebiasaan konsumsi minuman manis yang semakin merajalela. Minuman kekinian yang mudah diakses, baik melalui gerai fisik maupun layanan pesan antar, disebut menjadi bagian dari pola konsumsi harian masyarakat.

Advertisement

Ia menggambarkan kebiasaan ini sebagai bentuk “cicilan” menuju penyakit serius. “Dan kamu setiap hari nyicil untuk kena penyakit ini,” tegasnya.

Pentingnya Kesadaran Asupan Gula

Budi mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan jumlah gula yang dikonsumsi setiap hari. Ia mengajukan pertanyaan retoris kepada audiensnya: “Coba tebak, berapa jumlah gula yang masuk ke tubuh kalian setiap menghabiskan satu gelas minuman manis cepat saji itu?”

Pertanyaan ini bertujuan untuk memicu refleksi dan mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam memilih minuman yang dikonsumsi, serta memahami konsekuensinya bagi kesehatan jangka panjang.

Kesadaran Sejak Dini Kunci Pencegahan

Pesan utama yang ingin disampaikan melalui peringatan ini adalah pentingnya membangun kesadaran kesehatan sejak usia muda. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari dapat membawa dampak signifikan di kemudian hari.

Melalui edukasi dan kesadaran ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memperhatikan pola konsumsi mereka, khususnya terkait minuman manis, demi mencegah peningkatan kasus gagal ginjal di masa mendatang.

Advertisement