Health

Harga Obat Terancam Naik Imbas Konflik Global, Ini Penjelasan BPOM

Advertisement

Harga obat di Indonesia terancam mengalami kenaikan akibat dampak konflik global yang tengah memanas. Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi mengganggu pasokan bahan baku serta meningkatkan biaya produksi obat.

Menyikapi potensi lonjakan harga ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengambil sejumlah langkah strategis guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga obat di pasar domestik.

Konflik Global Picu Risiko Kenaikan Harga Obat

Taruna Ikrar, seorang pakar yang dikutip dalam pemberitaan Kompas.com pada Senin, 20 April 2026, menjelaskan bahwa konflik geopolitik memiliki implikasi luas terhadap sektor kesehatan, termasuk sektor farmasi. Gangguan pada rantai ekspor dan distribusi bahan baku obat menjadi salah satu pemicu utama kenaikan biaya produksi.

Selain itu, tekanan pada sektor energi dan transportasi akibat konflik juga turut berkontribusi pada peningkatan biaya distribusi obat. Kondisi ini secara keseluruhan berpotensi mendorong kenaikan harga obat di tingkat konsumen.

BPOM Dorong Produksi Dalam Negeri untuk Jaga Pasokan

Sebagai langkah mitigasi utama, BPOM mendorong optimalisasi kapasitas produksi obat di dalam negeri. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi erat dengan Kementerian Kesehatan, khususnya dalam hal produksi obat generik.

Dalam situasi krisis yang berpotensi terjadi, pemerintah mempertimbangkan penerapan pembatasan sementara terhadap produksi obat branded generic. Kebijakan ini diharapkan dapat mengarahkan industri farmasi untuk lebih fokus dalam memenuhi kebutuhan obat-obat esensial bagi masyarakat.

Pengawasan dan Pendampingan Industri Diperkuat

Selain fokus pada peningkatan produksi, BPOM juga memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi. Pengawasan dilakukan secara hibrida, mencakup evaluasi, sertifikasi, dan inspeksi yang melibatkan berbagai lembaga terkait.

BPOM juga memberikan pendampingan intensif kepada industri farmasi, terutama dalam masa darurat ini. Pendampingan tersebut meliputi percepatan proses perubahan bahan baku aktif dan pemberian fleksibilitas terhadap standar produksi.

Jalur Impor Cepat Disiapkan untuk Cegah Kelangkaan

Pemerintah juga telah menyiapkan jalur impor cepat melalui mekanisme Special Access Scheme (SAS). Langkah ini bertujuan untuk mempercepat ketersediaan obat apabila terjadi gangguan pasokan yang signifikan.

Advertisement

Taruna Ikrar berharap mekanisme ini dapat mencegah terjadinya kelangkaan obat di dalam negeri. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ini secara fundamental bertujuan untuk menjaga stabilitas harga obat.

Penyesuaian Harga Mulai Dipertimbangkan

Di tengah tekanan global yang terus meningkat, penyesuaian harga obat mulai menjadi pertimbangan. Hal ini terutama berlaku bagi obat-obatan yang menggunakan bahan baku berbasis petrokimia.

Kenaikan harga bahan baku global merupakan faktor yang sulit dihindari. Namun, pemerintah berkomitmen untuk mengupayakan agar kenaikan harga tidak terjadi secara signifikan. Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel juga berdampak luas terhadap perekonomian global.

Anton Agus Setyawan, seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta, menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak menjadi salah satu dampak utama dari konflik tersebut. Kenaikan harga energi ini berpotensi memicu tekanan terhadap biaya produksi di berbagai sektor.

“Dampaknya akan negatif ke ekonomi global, tidak hanya di Indonesia saja,” ujar Anton.

Pemerintah Fokus Jaga Ketahanan Kesehatan Nasional

BPOM menekankan pentingnya menjaga ketahanan sistem kesehatan nasional di tengah situasi global yang tidak pasti. Upaya ini akan terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan industri farmasi.

Taruna Ikrar berharap seluruh langkah yang telah diambil dapat secara efektif menjaga ketersediaan obat bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan lonjakan harga yang berpotensi merugikan konsumen.

Potensi kenaikan harga obat merupakan salah satu dampak nyata dari konflik global yang sedang berlangsung. Pemerintah, melalui BPOM, berupaya keras menekan risiko tersebut dengan serangkaian langkah strategis. Optimalisasi produksi dalam negeri, pengawasan yang diperketat, hingga percepatan mekanisme impor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan obat bagi seluruh masyarakat.

Advertisement