Fenomena panggilan telepon tanpa suara atau silent call belakangan memicu kekhawatiran di tengah masyarakat Indonesia. Banyak yang menduga, telepon hening ini berkaitan dengan modus penipuan hingga pencurian data suara. Namun, pakar keamanan siber Alfons Tanujaya mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menganggap semua panggilan tanpa suara sebagai ancaman, serta menekankan pentingnya bersikap bijak dan tidak paranoid saat menerima telepon dari nomor tidak dikenal.
Belum Tentu Modus Penipuan
Menurut Alfons, sulit untuk memastikan apakah silent call atau yang sering dikaitkan dengan modus wangiri sudah marak terjadi di Indonesia. Hal ini karena panggilan semacam ini kerap bercampur dengan telepon penting yang memang berasal dari pihak tertentu.
“Sulit untuk diungkapkan secara pasti, karena penipuan call hening atau wangiri kadang tercampur dengan komunikasi masuk dari pihak yang memang melakukan telepon penting,” ujar Alfons saat dimintai pandangan Kompas.com, Selasa (21/4/2026).
Ia mengingatkan, sikap terlalu waspada justru bisa membuat seseorang melewatkan panggilan penting hanya karena tidak ada suara saat telepon diangkat.
Risiko Voice Cloning dan Cara Mengatasinya
Salah satu kekhawatiran yang berkembang adalah kemungkinan panggilan hening digunakan untuk merekam suara korban, misalnya saat mengucapkan “halo” atau “siapa ini”, yang kemudian dipakai untuk voice cloning. Alfons menjelaskan, secara teknis hal tersebut memang memungkinkan, namun praktik ini tidak sesederhana yang dibayangkan.
Menurut dia, sampel suara seseorang sebenarnya bisa dengan mudah diperoleh dari berbagai platform digital, seperti video di media sosial.
“Tanpa wangiri pun, sampel suara bisa didapatkan dari unggahan di TikTok, Instagram, atau YouTube,” jelasnya.
Oleh karena itu, risiko penyalahgunaan suara lebih mungkin terjadi pada target tertentu, bukan secara acak ke masyarakat umum.
Cara Melindungi Diri dari Panggilan Mencurigakan
Alfons menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap fenomena ini. Ia kembali mengingatkan bahwa tidak semua panggilan dari nomor tak dikenal merupakan penipuan. Bisa saja panggilan tersebut terkait urusan pekerjaan, bisnis, atau keperluan penting lainnya. Sikap terlalu curiga justru berpotensi merugikan jika semua panggilan diabaikan.
Meskipun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Salah satu ciri yang sering dikaitkan dengan wangiri adalah panggilan dari nomor asing atau tidak dikenal yang tidak mengeluarkan suara saat diangkat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi pendeteksi nomor seperti Truecaller atau Hiya. Aplikasi tersebut dapat membantu mengidentifikasi apakah suatu nomor tergolong aman atau berpotensi spam.
Namun, Alfons kembali menegaskan bahwa silent call hanyalah salah satu kemungkinan modus penipuan, dan tidak bisa dijadikan patokan mutlak.
“Tidak boleh dipukul rata kalau semua telepon tidak dikenal itu berbahaya,” tegasnya.
Pada akhirnya, masyarakat diimbau untuk memiliki pemahaman yang tepat agar tidak terjebak dalam ketakutan berlebihan. Dengan sikap yang proporsional, masyarakat dapat tetap waspada tanpa harus kehilangan kesempatan menerima informasi penting dari panggilan yang masuk.






