Harga emas PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) yang dijual melalui Pegadaian mengalami penurunan pada Rabu, 22 April 2026. Perubahan ini menandai pelemahan dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya, Selasa, 21 April 2026.
Berdasarkan data dari laman resmi Galeri 24 Pegadaian, harga emas Antam untuk satuan 1 gram terpantau turun Rp 10.000, menjadi Rp 2.944.000. Sebelumnya, harga untuk ukuran yang sama tercatat Rp 2.954.000. Turut serta dalam tren penurunan ini adalah harga buyback emas, yang melemah Rp 22.000 dari Rp 2.678.000 menjadi Rp 2.656.000.
Penyesuaian harga juga terjadi pada berbagai ukuran emas lainnya. Emas dengan berat 0,5 gram kini dibanderol Rp 1.524.000, turun Rp 5.000. Sementara itu, harga buyback untuk ukuran ini melemah Rp 11.000, menyentuh angka Rp 1.328.000.
Rincian Penurunan Harga Emas Antam di Pegadaian
Untuk emas berukuran 2 gram, harga jualnya menjadi Rp 5.824.000, berkurang Rp 21.000 dari posisi sebelumnya. Harga buyback untuk jenis ini mengalami penurunan lebih signifikan, yakni Rp 45.000, menjadi Rp 5.312.000.
Pada segmen menengah, emas 5 gram dijual dengan harga Rp 14.482.000, mengalami penurunan Rp 52.000. Harga buyback untuk ukuran ini adalah Rp 13.282.000. Sementara itu, emas dengan berat 10 gram kini berada di angka Rp 28.907.000, turun Rp 104.000 dibandingkan hari sebelumnya, dengan harga buyback Rp 26.564.000.
Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian per Rabu (22/4/2026):
- Harga Emas Antam:
- 0,5 gram: Rp 1.524.000
- 1 gram: Rp 2.944.000
- 2 gram: Rp 5.824.000
- 3 gram: Rp 8.710.000
- 5 gram: Rp 14.482.000
- 10 gram: Rp 28.907.000
- 25 gram: Rp 72.137.000
- 50 gram: Rp 144.191.000
- 100 gram: Rp 288.301.000
- Harga Buyback Emas Antam:
- 0,5 gram: Rp 1.328.000
- 1 gram: Rp 2.656.000
- 2 gram: Rp 5.312.000
- 3 gram: Rp 7.969.000
- 5 gram: Rp 13.282.000
- 10 gram: Rp 26.564.000
- 25 gram: Rp 66.086.000
- 50 gram: Rp 132.172.000
- 100 gram: Rp 264.345.000
Penurunan harga emas di pasar domestik ini sejalan dengan tren pelemahan yang terjadi di pasar emas global. Di pasar spot, harga emas tercatat turun 2,2 persen menjadi 4.712,04 dollar AS per ons, menempatkannya pada level terendah dalam lebih dari sepekan terakhir.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga mengalami pelemahan sebesar 2,3 persen, mencapai level 4.719,60 dollar AS per ons. Pada perdagangan sebelumnya, penguatan nilai tukar dollar AS sebesar 0,2 persen turut membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Faktor lain yang turut menekan harga emas adalah peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun. Kondisi ini mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi yang tidak menghasilkan imbal hasil.
“Penguatan dollar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi memberikan tekanan pada harga emas, ditambah dengan adanya berita dan sinyal yang beragam mengenai situasi Iran. Hal ini menyebabkan kenaikan harga energi, yang pada gilirannya menekan harga logam mulia,” ujar analis pasar senior RJO Futures, Bob Haberkorn.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan tidak ingin memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, serta menegaskan kesiapan militer AS jika negosiasi gagal, menjadi salah satu pemicu kenaikan harga minyak mentah lebih dari 3 persen. Kenaikan harga minyak sejak pecahnya konflik antara AS dan Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu telah menimbulkan kekhawatiran akan lonjakan inflasi.
Kondisi tersebut berpotensi mendorong bank-bank sentral untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, permintaan terhadap logam mulia ini cenderung menurun ketika suku bunga global berada pada level yang tinggi.






