Tren

Ilmuwan India Ciptakan Tongkat Pintar Deteksi Ular untuk Petani, Pemerintah Dukung

Advertisement

Para ilmuwan di India telah menciptakan sebuah tongkat pintar bernama Kisan Mitra Chhadi, sebuah inovasi yang dirancang khusus untuk meningkatkan keselamatan petani dari ancaman gigitan ular. Perangkat ini dikembangkan untuk beroperasi secara efektif di area pertanian yang minim pencahayaan, terutama saat petani bekerja di malam hari, ketika risiko bertemu reptil meningkat akibat keterbatasan pandangan.

Tongkat pintar ini memanfaatkan teknologi getaran untuk mendeteksi keberadaan ular dalam radius antara 5 hingga 15 meter. Sistem peringatannya bahkan dapat menjangkau hingga 100 meter, memberikan sinyal getaran kuat kepada pengguna ketika ular terdeteksi di sekitarnya. Inovasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah India untuk menghadirkan teknologi keselamatan di sektor pertanian, khususnya guna menekan angka kematian akibat gigitan ular yang sebenarnya dapat dicegah.

Dukungan Pemerintah India

Menteri Pertanian India, Shivraj Singh Chouhan, dalam sebuah presentasi resmi menjelaskan bahwa penggunaan alat ini sangat sederhana. Petani hanya perlu meletakkan tongkat di tanah, menyalakannya dengan tombol, dan perangkat akan mulai memindai aktivitas di sekitarnya. Cara kerja tongkat ini adalah dengan mendeteksi perubahan radiasi inframerah atau frekuensi getaran tertentu yang dihasilkan oleh ular.

Jika terdeteksi adanya ular, tongkat akan bergetar sebagai peringatan agar petani segera menjauh dari lokasi tersebut. Penelitian yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH) dengan judul “Smart IoT-based snake trapping device for automated snake capture and identification” juga menyebutkan adanya teknologi serupa yang menggunakan sensor Passive Infrared (PIR) dan ultrasonik. Sensor ini berfungsi mengenali tanda panas tubuh hewan berdarah dingin serta mendeteksi perubahan lingkungan di sekitarnya.

Versi yang lebih canggih dari perangkat ini bahkan telah dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI). Tujuannya adalah untuk membedakan pergerakan ular dari gangguan lain di lingkungan, sehingga meminimalkan alarm palsu dan memastikan peringatan diberikan hanya ketika benar-benar ada ancaman.

Advertisement

Teknologi IoT dan Manfaat Ekologis

Dalam publikasi di International Journal of Scientific Research and Engineering Development, dijelaskan bahwa perangkat ini dibangun menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) dengan mikrokontroler seperti Arduino atau Raspberry Pi. Ketika sensor mendeteksi getaran khas pergerakan ular atau suara desisan, sistem akan segera mengaktifkan alarm dan mengirimkan notifikasi ke perangkat seluler pengguna. Fitur ini sangat krusial, terutama bagi petani yang bekerja di malam hari, karena memungkinkan respons cepat terhadap potensi bahaya.

Selain meningkatkan keselamatan, penggunaan tongkat pintar ini juga memberikan kontribusi positif terhadap upaya konservasi. Berdasarkan laporan lembaga penelitian yang didanai pemerintah India, teknologi ini memungkinkan deteksi atau penangkapan ular tanpa melukai hewan tersebut. Hal ini penting mengingat ular memegang peranan ekologis dalam mengendalikan populasi hama seperti tikus di area pertanian. Lebih lanjut, ular juga merupakan sumber penting dalam penelitian medis, termasuk produksi antibisa.

Dengan demikian, inovasi Kisan Mitra Chhadi tidak hanya bertujuan melindungi petani dari risiko fatal akibat gigitan ular, tetapi juga turut serta menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan pertanian.

Advertisement