CIANJUR, KOMPAS.com – Jalur kereta api yang menghubungkan Cianjur dan Sukabumi kini telah kembali beroperasi normal setelah sempat terganggu akibat adanya gogosan atau gerusan tanah di sisi rel. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 2 Bandung mengonfirmasi bahwa jalur di petak Cibeber-Lampegan kini aman untuk dilintasi, meskipun kereta masih diberlakukan pembatasan kecepatan demi memastikan keselamatan penumpang.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyatakan bahwa perbaikan lanjutan akan terus dilakukan untuk mengembalikan kondisi jalur ke kondisi optimal. “Kami terus berkomitmen melakukan pemantauan dan penyempurnaan kondisi jalur agar dapat segera kembali normal sepenuhnya sesuai standar operasional,” ujar Kuswardojo pada Selasa (21/4/2026).
Gangguan pada jalur ini pertama kali terdeteksi pada Minggu (19/4/2026) malam saat patroli rutin menemukan gogosan di Kilometer (Km) 74+9/0. Setelah dilakukan penanganan awal, jalur dinyatakan aman untuk dilalui, namun dengan kecepatan yang dibatasi sebagai langkah antisipasi. KAI menargetkan perbaikan lanjutan ini agar ke depannya jalur dapat kembali dilalui dengan kecepatan normal sesuai Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka).
727 Penumpang Terdampak Pembatalan Perjalanan
Selama masa gangguan operasional, tercatat sebanyak 727 pelanggan Kereta Api (KA) Siliwangi membatalkan perjalanannya. Pembatalan ini merupakan imbas dari tidak beroperasinya empat jadwal perjalanan KA Siliwangi, yaitu nomor 345, 342, 341, dan 344.
Setelah perbaikan selesai dilakukan, KA Siliwangi dengan nomor perjalanan 343 yang melayani relasi Cipatat-Sukabumi menjadi kereta pertama yang berhasil melintas di lokasi tersebut dengan aman. Perjalanan perdana ini dilakukan di bawah pengawalan petugas dan dengan kecepatan yang masih dibatasi.
Dengan demikian, operasional KA Siliwangi lintas Cipatat-Sukabumi berangsur kembali normal dan siap melayani masyarakat. “Kami memohon maaf kepada pelanggan yang terdampak serta menyampaikan apresiasi atas kesabaran selama proses penanganan berlangsung,” tambah Kuswardojo.
Awal Mula Gangguan: Deteksi Gogosan di Jalur Rel
Kronologi gangguan ini berawal dari temuan petugas adanya gogosan di jalur rel yang terletak di antara Stasiun Cibeber dan Stasiun Lampegan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kondisi jalur dinyatakan tidak aman untuk dilalui. Akibatnya, sejumlah jadwal perjalanan kereta dibatalkan dan operasional hanya dapat dilakukan hingga Stasiun Cianjur.
Penanganan darurat segera dilakukan oleh pihak KAI hingga jalur akhirnya dapat digunakan kembali, meskipun dengan pembatasan operasional.






