Money

John Ternus CEO Apple Baru: Tantangan AI dan Warisan Tim Cook

Advertisement

John Ternus resmi ditunjuk menjadi CEO kedelapan Apple, menggantikan Tim Cook yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 1 September mendatang. Penunjukan ini menandai babak baru dalam sejarah kepemimpinan perusahaan teknologi raksasa tersebut, sekaligus menempatkan Ternus di garis depan dalam menghadapi tantangan besar, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI).

Dengan rekam jejak 25 tahun di Apple, Ternus memulai kariernya dengan keraguan yang justru menjadi fondasi kesuksesannya. Ia lulus dari Universitas Pennsylvania pada 1997 dengan gelar teknik mesin. Selama masa studinya, ia aktif sebagai perenang kompetitif di universitas.

Setelah lulus, Ternus sempat bekerja sebagai insinyur di Virtual Research, sebuah perusahaan rintisan yang fokus pada pengembangan headset realitas virtual. Pada tahun 2001, ia kemudian bergabung dengan Apple sebagai insinyur di tim desain.

Perjalanan Karier dan Warisan Tim Cook

Dalam pidato wisuda di almamaternya pada tahun 2024, Ternus mengenang hari pertamanya di Apple sebagai pengalaman yang penuh kegembiraan sekaligus ketakutan. “Saya tidak yakin apakah saya pantas berada di sana,” ujarnya, dikutip dari CNBC. Ia menambahkan, “Orang-orang yang saya temui sangat cerdas dan percaya diri, dan mereka tahu jauh lebih banyak daripada saya, tetapi saya akan selalu bersyukur karena saya tidak takut meminta bantuan ketika saya membutuhkannya.”

Proyek pertamanya di Apple adalah pengembangan monitor plastik yang dikenal sebagai Apple Cinema Display. Ternus menggambarkan proses pembuatan produk tersebut sebagai sebuah detail yang rumit sebelum Apple akhirnya beralih ke material aluminium. “Setiap pengalaman seperti ini mempertajam kemampuan saya untuk mendekati masalah dari sudut pandang yang berbeda,” katanya.

Perjalanan karier Ternus di Apple terbilang panjang dan progresif. Pada tahun 2013, ia menjabat sebagai wakil presiden bidang rekayasa perangkat keras, memimpin pengembangan lini produk utama seperti Mac dan iPad. Kemudian, pada tahun 2021, ia mengambil alih tanggung jawab pengembangan iPhone sebagai wakil presiden senior bidang rekayasa perangkat keras.

Selama lima tahun terakhir, Ternus telah mengawasi desain dan kinerja berbagai produk baru Apple, termasuk iPad dan AirPods. Perannya juga krusial dalam program chip Apple Silicon, yang menandai transisi perusahaan dari penggunaan prosesor Intel.

Kini, John Ternus akan meneruskan warisan kepemimpinan Tim Cook. Analis Deepwater Asset Management, Gene Munster, menyamakan kepemimpinan Cook di Apple dengan seorang presiden negara, bukan sekadar perusahaan. Di bawah kepemimpinan Cook, kapitalisasi pasar Apple melonjak drastis dari sekitar 350 miliar dollar AS menjadi 4 triliun dollar AS (setara dengan Rp 68,61 kuadriliun dengan kurs Rp 17.153 per dollar AS).

Meskipun nama John Ternus telah lama digadang-gadang sebagai penerus potensial, penunjukannya sebagai CEO kali ini dianggap sedikit lebih cepat dari perkiraan.

Advertisement

Investor Puas, Cook Dikenal sebagai Pakar Operasional

Para investor Apple dilaporkan merasa puas dengan kinerja Tim Cook, terbukti dengan kenaikan saham Apple yang hampir 20 kali lipat sejak ia mengambil alih, sementara indeks S&P 500 hanya naik sekitar enam kali lipat dalam periode yang sama.

Sebagian besar analis dan pakar industri mengaitkan kesuksesan Cook bukan pada inovasi produk, melainkan pada ketelitian dan disiplin keuangannya. Cook dikenal di Silicon Valley sebagai pakar operasional yang berhasil merombak rantai pasokan Apple sejak bergabung pada 1998 sebagai wakil presiden eksekutif penjualan dan operasional seluruh dunia. Saat itu, Apple berada di ambang kebangkrutan.

Cook menjadi salah satu orang kepercayaan Steve Jobs dan diangkat menjadi kepala operasional pada 2005, dua tahun sebelum peluncuran iPhone. Ia juga berhasil memanfaatkan popularitas iPhone yang terus mendominasi pasar ponsel pintar selama hampir dua dekade. Selain itu, Cook dipuji karena melakukan diversifikasi bisnis Apple dan memanfaatkan basis pengguna global yang kini mencapai 2,5 miliar perangkat aktif.

Tantangan AI Menanti John Ternus

Sebagai CEO baru, John Ternus akan menghadapi tugas berat untuk menunjukkan kepada investor bagaimana Apple dapat unggul di bidang kecerdasan buatan (AI). Saat ini, Apple dinilai tertinggal dibandingkan dengan raksasa teknologi lainnya dalam pengembangan AI.

Meskipun Tim Cook dinilai sukses sebagai CEO, ia meninggalkan kekosongan signifikan di area AI. Kepergian Cook juga membawa serta tantangan lain, termasuk kerumitan rantai pasokan akibat ketegangan geopolitik dan lonjakan harga memori yang dipicu oleh permintaan dari pengembangan AI.

Bagi Ternus, mendorong perusahaan lebih dalam ke bidang AI menjadi aspek terpenting dari perannya. Berbeda dengan Microsoft, Google, Amazon, dan Meta yang berinvestasi besar dalam belanja modal untuk pusat data dan chip AI, Apple sejauh ini menerapkan strategi pengembangan AI yang lebih hemat biaya.

Apple dikabarkan masih mengandalkan Gemini milik Google untuk mendukung fitur AI-nya, termasuk peningkatan pada Siri yang dijadwalkan rilis akhir tahun ini. Pada 2024, Apple meluncurkan Apple Intelligence, yang mencakup generator gambar, pengubah teks, kemampuan meringkas notifikasi, dan integrasi dengan ChatGPT dari OpenAI.

Meskipun respons konsumen beragam, Apple terus mencatat penjualan iPhone yang kuat. Perusahaan ini bertaruh bahwa dalam beberapa tahun ke depan, beban kerja yang berat akan berjalan pada chip yang terintegrasi di dalam ponsel. Keyakinan ini didukung oleh upaya Apple yang telah mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam perangkatnya sejak 2017.

Advertisement