JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengambil langkah strategis dengan mengaktifkan kembali Stasiun Plabuan di Kabupaten Batang dan Stasiun Comal di Kabupaten Pemalang. Keputusan ini berlaku mulai 27 April 2026 dan bertujuan memperluas jangkauan layanan kereta api di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa, serta meningkatkan kemudahan akses mobilitas bagi masyarakat.
Pada fase awal pengoperasian, kedua stasiun tersebut akan melayani beberapa rute kereta api, yaitu Kereta Api Kaligung, Kereta Api Kamandaka, dan Kereta Api Joglosemarkerto. KAI melihat adanya peningkatan pergerakan masyarakat di wilayah Pantura sebagai pendorong utama keputusan ini.
“Pengoperasian Stasiun Plabuan dan Comal memperluas jangkauan layanan kereta api agar semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (21/4/2026). Ia menambahkan, “Dengan lebih banyak titik keberangkatan, perjalanan menjadi lebih praktis dan mendukung aktivitas harian masyarakat.”
Peningkatan Mobilitas Tercermin dari Data
Tren peningkatan mobilitas masyarakat terlihat jelas dari data penumpang di stasiun-stasiun terdekat. Di Stasiun Batang, yang merupakan stasiun terdekat dengan Stasiun Plabuan, jumlah pelanggan naik pada periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 14.005 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 46,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya mencatat 9.575 pelanggan.
Untuk pelanggan turun, Stasiun Batang mencatat 14.973 pelanggan, dengan pertumbuhan 37,61 persen dari 10.874 pelanggan pada tahun 2025. Peningkatan ini mengindikasikan aktivitas masyarakat yang semakin dinamis, baik untuk keperluan pekerjaan, pendidikan, maupun kegiatan ekonomi lainnya.
Dengan beroperasinya kembali Stasiun Plabuan, diharapkan akses perjalanan menjadi lebih efisien dan distribusi penumpang di wilayah Batang dapat menjadi lebih merata. Di Kabupaten Pemalang, penguatan layanan transportasi juga didukung oleh kinerja Stasiun Pemalang yang merupakan stasiun utama.
Kinerja Stasiun Pemalang dan Pekalongan
Selama Januari hingga Maret 2026, Stasiun Pemalang melayani 91.998 pelanggan naik, meningkat 37,66 persen dari 66.834 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, jumlah pelanggan turun tercatat 92.491 orang, tumbuh 23,59 persen dari 74.844 pelanggan sebelumnya.
Kawasan sekitar, termasuk Stasiun Pekalongan, juga menunjukkan tren positif. Periode Januari hingga Maret 2026 mencatat 176.230 pelanggan naik, atau tumbuh 24,17 persen dibandingkan 141.922 pelanggan pada tahun sebelumnya. Untuk pelanggan turun, angka mencapai 179.077 orang, meningkat 15,88 persen dari 154.543 pelanggan.
Rangkaian data tersebut mengukuhkan bahwa kawasan Batang, Pemalang, hingga Pekalongan mengalami peningkatan aktivitas perjalanan yang signifikan. “Dengan hadirnya kembali Stasiun Comal di Kabupaten Pemalang, masyarakat memiliki alternatif akses yang lebih dekat sekaligus membantu distribusi penumpang di jalur tersebut,” jelas Anne.
Dampak Pertumbuhan Ekonomi dan Mobilitas
Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 5 Februari 2026 menunjukkan bahwa Kabupaten Batang mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2 persen dan Kabupaten Pekalongan sekitar 5,1 persen pada tahun 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan jasa, yang selaras dengan peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Akses transportasi yang semakin terjangkau memungkinkan masyarakat untuk bergerak lebih efisien. Hal ini turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan aktivitas ekonomi lokal, termasuk pergerakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pekerja, hingga sektor pariwisata di wilayah sekitar.
Anne Purba menambahkan bahwa KAI akan terus memantau respons masyarakat terhadap layanan ini. “KAI akan melakukan evaluasi secara berkala dengan melihat perkembangan jumlah pelanggan. Layanan akan terus disesuaikan agar tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.






