Money

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Lampaui Industri, Laba Tumbuh 16,6 Persen di Awal 2026

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah ketidakpastian global yang dipicu tensi geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional, industri perbankan nasional di awal 2026 mencatat pertumbuhan positif namun cenderung moderat. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) justru mampu melampaui rata-rata industri dalam sejumlah indikator utama, mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 15,4 triliun pada kuartal I 2026, atau tumbuh 16,6 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Pertumbuhan laba ini didukung oleh ekspansi bisnis yang solid dan peningkatan efisiensi operasional. Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari strategi sinergi yang konsisten di berbagai sektor ekonomi.

“Bank Mandiri mengedepankan semangat Sinergi Majukan Negeri melalui penguatan sinergi UMKM dan ekonomi kreatif, serta sinergi ekosistem digital. Kinerja yang kami hasilkan bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis semata, tetapi merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional,” ujar Riduan dalam Public Expose Bank Mandiri Kuartal I-2026, Selasa (21/4/2026).

Kredit Bank Mandiri Tumbuh Agresif, Lampaui Industri

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Mandiri menunjukkan akselerasi signifikan. Hingga Maret 2026, total kredit yang disalurkan mencapai Rp 1.530 triliun, tumbuh 17,4 persen (YoY). Angka ini jauh melampaui pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 9,37 persen (YoY) berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2026.

Perbedaan hampir dua kali lipat ini mengindikasikan kemampuan Bank Mandiri dalam menjaga momentum ekspansi pembiayaan secara lebih agresif dibandingkan industri secara keseluruhan, meskipun di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Hal ini juga mencerminkan keberhasilan bank dalam menangkap peluang pembiayaan di sektor riil domestik, sementara sebagian pelaku industri cenderung menahan laju ekspansi.

Penghimpunan Dana Kuat, Melampaui Rata-rata Industri

Tidak hanya dari sisi kredit, kinerja penghimpunan dana Bank Mandiri juga tercatat melampaui rata-rata industri. Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only mencapai Rp 1.675 triliun, tumbuh 21,1 persen (YoY), sementara pertumbuhan DPK industri berada di level 13,2 persen pada periode yang sama.

Hal ini menunjukkan Bank Mandiri tidak hanya agresif dalam menyalurkan kredit, tetapi juga berhasil memperkuat basis pendanaannya secara signifikan. Struktur pendanaan yang kuat terlihat dari komposisi dana murah (CASA) yang mencapai Rp 1.201 triliun atau tumbuh 12,7 persen (YoY). Porsi CASA yang besar berkontribusi dalam menjaga biaya dana tetap rendah dan mendukung profitabilitas.

Pertumbuhan dana yang lebih tinggi dibandingkan industri juga mengindikasikan tingkat kepercayaan nasabah yang tetap terjaga, di tengah dinamika pasar keuangan global.

Profitabilitas Kokoh dan Kualitas Aset Unggul

Kinerja Bank Mandiri tidak hanya diukur dari pertumbuhan, tetapi juga dari kualitas profitabilitasnya. Return on Equity (ROE) bank berada di level 22,1 persen, menunjukkan kemampuan bank dalam mengelola modal secara optimal untuk menghasilkan laba dan memperkuat posisinya sebagai salah satu bank dengan profitabilitas tinggi di dalam negeri.

Efisiensi operasional juga mengalami perbaikan, terlihat dari rasio BOPO yang tercatat sebesar 58,0 persen atau membaik 3,48 persen secara tahunan. Penurunan rasio ini mengindikasikan peningkatan pendapatan mampu mengimbangi bahkan melampaui pertumbuhan biaya operasional.

Advertisement

Kualitas Aset Lebih Baik dari Industri

Di tengah ekspansi kredit yang lebih tinggi dari industri, Bank Mandiri tetap mampu menjaga kualitas asetnya. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross tercatat sebesar 0,98 persen, membaik 3 basis poin (YoY). Angka ini jauh di bawah rasio NPL industri perbankan yang berada di level 2,17 persen, menunjukkan tingkat risiko kredit Bank Mandiri yang lebih rendah.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, M. Rizaldi, menjelaskan bahwa kualitas aset yang terjaga didukung oleh pengelolaan risiko yang disiplin dan pencadangan yang memadai. Bank Mandiri mencatat NPL coverage ratio di level 245 persen, menunjukkan kesiapan dalam mengantisipasi potensi risiko kredit.

Permodalan Kuat untuk Menghadapi Ketidakpastian

Ketahanan Bank Mandiri juga ditopang oleh struktur permodalan yang kuat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 19,7 persen, memberikan ruang ekspansi yang memadai sekaligus menjadi bantalan terhadap potensi gejolak pasar.

Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, tingkat permodalan yang tinggi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan bisnis perbankan.

Resiliensi di Tengah Tekanan Global

Kinerja Bank Mandiri pada kuartal I 2026 menegaskan bahwa tekanan global tidak selalu berbanding lurus dengan perlambatan kinerja domestik. Di tengah volatilitas pasar keuangan internasional, industri perbankan nasional masih mencatat pertumbuhan, meski dengan laju yang lebih terbatas.

Dalam konteks ini, Bank Mandiri tampil sebagai salah satu bank yang mampu melampaui rata-rata industri, baik dari sisi pertumbuhan kredit, penghimpunan dana, maupun kualitas aset. Keunggulan ini mencerminkan kombinasi antara strategi bisnis yang tepat, basis nasabah yang kuat, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika ekonomi.

Outperform Industri Sebagai Indikator Daya Saing

Perbedaan signifikan antara kinerja Bank Mandiri dan rata-rata industri menegaskan posisi perseroan sebagai salah satu pemain utama dalam industri perbankan nasional. Pertumbuhan kredit Bank Mandiri yang mencapai dua digit tinggi, jauh di atas kisaran satu digit industri, serta peningkatan penghimpunan dana yang melampaui capaian industri, menunjukkan bahwa bank dengan fundamental yang kuat cenderung lebih mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja di tengah tekanan global.

Kinerja pada kuartal I 2026 ini menjadi indikator awal bagi arah industri perbankan sepanjang tahun. Dengan pertumbuhan industri yang masih positif namun moderat, capaian Bank Mandiri memberikan gambaran bahwa ruang ekspansi tetap terbuka bagi bank yang mampu menjalankan strategi secara efektif.

Advertisement