Money

Hadapi Kenaikan BBM Nonsubsidi, Maxim Tidak Naikkan Tarif: Perkuat Insentif Driver

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – Menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku Sabtu (18/4/2026), perusahaan layanan transportasi daring Maxim Indonesia memutuskan untuk tidak menaikkan tarif bagi para penumpangnya. Alih-alih membebankan biaya tambahan, Maxim justru memilih untuk memperkuat program insentif bagi para mitra pengemudi.

Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, menjelaskan bahwa perusahaan mengedepankan efisiensi operasional dan dukungan langsung kepada pengemudi sebagai strategi utama untuk meredam dampak kenaikan biaya bahan bakar. “Struktur tarif Maxim saat ini tetap tidak berubah. Kami berupaya menjaga harga tetap terjangkau bagi penumpang sekaligus memastikan pendapatan pengemudi tidak tergerus,” ujar Dirhamsyah kepada Kompas.com, Selasa (21/4/2026).

Maxim mengoptimalkan penggunaan teknologi, salah satunya melalui sistem penugasan otomatis atau auto-assignment. Sistem ini bertujuan agar pengemudi mendapatkan pesanan yang lebih dekat, sehingga meminimalkan perjalanan tanpa penumpang dan pada akhirnya menghemat konsumsi BBM.

Selain itu, Maxim juga menggulirkan berbagai program insentif. Salah satu contohnya adalah bantuan voucher BBM gratis yang telah diterapkan bagi mitra pengemudi perempuan di Jakarta dan direncanakan akan diperluas ke wilayah lain. Potongan komisi aplikasi yang relatif rendah serta program pengemudi prioritas juga diklaim memberikan keuntungan tambahan bagi mitra.

“Kami juga tidak menaikkan komisi aplikasi, bahkan memberikan berbagai insentif agar pengemudi tetap dapat mempertahankan penghasilannya di tengah kenaikan biaya,” tambah Dirhamsyah.

Menurut Dirhamsyah, strategi ini merupakan pendekatan yang seimbang, di mana perusahaan berusaha menjaga keterjangkauan layanan bagi pengguna sekaligus memastikan stabilitas pendapatan bagi para pengemudi. Perusahaan bahkan dikatakannya rela menekan margin keuntungan demi menjaga kondisi yang kondusif bagi seluruh pihak dalam ekosistem.

“Prioritas kami adalah menjaga keseimbangan antara tarif yang terjangkau dan keberlangsungan pendapatan mitra. Karena itu, kami lebih fokus pada penguatan program insentif dibandingkan melakukan penyesuaian tarif secara mendadak,” tegasnya.

Dampak Kebijakan WFH ASN

Di sisi lain, Dirhamsyah juga menyoroti potensi dampak kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap sektor transportasi daring. Ia memprediksi pembatasan mobilitas ini dapat berdampak langsung pada penurunan jumlah pesanan dan penghasilan mitra pengemudi.

“Kami melihat kebijakan pembatasan mobilitas, termasuk WFH, bisa berdampak pada turunnya jumlah order. Hal ini tentu berpengaruh pada pendapatan pengemudi yang bergantung pada aktivitas transportasi harian,” ujarnya.

Advertisement

Meski demikian, Maxim menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam menciptakan sistem transportasi yang efisien dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang diusulkan adalah mendorong integrasi dengan transportasi publik sebagai bagian dari gerakan penghematan energi di tengah dinamika global.

“Maxim juga terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut terkait kebijakan yang berimbang dan dapat mendukung seluruh ekosistem, baik bagi masyarakat, mitra pengemudi, maupun sektor transportasi secara keseluruhan,” pungkasnya.

Lonjakan Harga BBM Nonsubsidi

Kenaikan harga BBM nonsubsidi memang terjadi cukup signifikan mulai Sabtu (18/4/2026). Kenaikan ini terutama menyasar produk-produk unggulan seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Mengacu pada harga BBM terbaru yang dirilis oleh PT Pertamina Patra Niaga, lonjakan paling tajam terjadi pada jenis Dexlite dan Pertamina Dex. Keduanya mengalami kenaikan hingga Rp 9.400 per liter dibandingkan tarif sebelumnya pada awal April 2026.

Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamina Dex kini menembus Rp 23.900 per liter, naik dari Rp 14.500 per liter. Sementara itu, Dexlite melonjak menjadi Rp 23.600 per liter dari sebelumnya Rp 14.200 per liter.

Pertamax Turbo juga tidak luput dari kenaikan harga. Kini, harga jualnya mencapai Rp 19.400 per liter, bertambah Rp 5.600 dari posisi sebelumnya Rp 13.100 per liter. Kondisi ini menandai tren kenaikan harga BBM nonsubsidi yang cukup terasa bagi para penggunanya.

Di sisi lain, sebagai upaya efisiensi energi dan anggaran negara, pemerintah juga telah memberlakukan kebijakan WFH bagi ASN instansi pusat dan daerah setiap hari Jumat, mulai 1 April 2026. Kebijakan ini diatur melalui Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) serta SE Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Advertisement