PURWOREJO, KOMPAS.com – Suasana berbeda menyelimuti Balai Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, pada Selasa (21/4/2026). Ratusan warga memadati aula desa, bukan untuk menghadiri sebuah acara seremonial, melainkan untuk menunaikan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Antusiasme luar biasa ini dipicu oleh sebuah program inovatif yang digagas Pemerintah Desa Sedayu. Dalam rangka meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya membayar pajak, desa ini menggelar program pembayaran PBB serentak dengan undian berhadiah utama dua ekor kambing. Program yang kebetulan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini ini terbukti ampuh menarik perhatian, terbukti dengan partisipasi 450 kepala keluarga (KK) yang sigap melunasi kewajiban pajak mereka.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan luar biasa. Warga sangat antusias membayar pajak,” ujar Indah Setyarini, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Desa Sedayu sekaligus motor penggerak di balik program unik ini.
Bayar Pajak, Raih Kambing dan Ayam
Daya tarik utama yang membuat warga rela mengantre sejak pagi hari adalah kesempatan memenangkan hadiah doorprize. Panitia telah menyiapkan dua ekor kambing sebagai hadiah utama yang sangat dinantikan. Tak hanya itu, kemeriahan acara semakin bertambah dengan adanya sumbangan hadiah tambahan berupa ayam dan berbagai barang menarik lainnya, yang masing-masing disumbangkan oleh setiap kepala dusun.
Dua warga yang beruntung membawa pulang hadiah kambing adalah Mbah Sumarni dari Padukuhan Krajan 2 dan Sutrisno dari Padukuhan Sleteh. Mbah Sumarni, salah satu penerima hadiah, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, saya hanya niat bayar pajak. Tidak menyangka bisa dapat kambing,” ungkap Mbah Sumarni dengan raut wajah penuh haru.
Nuansa Hari Kartini dan Layanan Terpadu
Kegiatan ini dikemas dengan nuansa yang hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus merayakan Hari Kartini. Para panitia tampil berbeda dengan mengenakan pakaian adat, menambah semarak peringatan hari pahlawan perempuan Indonesia tersebut. Selain hiburan organ tunggal yang mengiringi acara, panitia juga membagikan bibit tanaman gratis, seperti alpukat, kepada seluruh warga yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap program penghijauan desa.
Lebih dari sekadar pembayaran pajak, program ini juga menjadi ajang pelayanan terpadu bagi masyarakat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Purworejo turut hadir membuka layanan perekaman KTP elektronik di lokasi, memberikan kemudahan bagi warga untuk mengurus administrasi kependudukan sekaligus menunaikan kewajiban pajak mereka.
Dukungan Berbagai Pihak
Keberhasilan program inovatif Desa Sedayu ini tidak lepas dari kolaborasi dan dukungan berbagai instansi. Mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sedayu, Pemerintah Kecamatan Loano, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Perwitasari, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Purworejo, hingga Bank Jateng, semuanya turut berkontribusi dalam kesuksesan acara ini.
Melalui pendekatan yang kreatif dan menghibur, Desa Sedayu telah membuktikan bahwa kesadaran masyarakat untuk membayar pajak dapat ditingkatkan tanpa harus menerapkan metode yang kaku. Harapannya, program semacam ini dapat terus berlanjut.
“Harapannya kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan. Selain tertib pajak, juga mempererat silaturahmi masyarakat,” pungkas Mbah Sumarni, yang juga menyambut baik potensi program ini untuk meningkatkan kebersamaan warga.






