Siens Harianto membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Di usianya yang ke-65 tahun, ia berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, menjadikannya wisudawan tertua pada periode tersebut. Perjalanan akademisnya ini diwarnai dengan semangat belajar sepanjang hayat dan upaya mengatasi tantangan fisik yang menyertai usia senja.
Lelaki kelahiran Bandung, 23 April 1961, ini memulai pendidikan S3 Manajemen Teknologi di Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT) ITS pada usia 59 tahun. Sebagai bagian dari angkatan pertama program tersebut, Siens akhirnya meraih gelar doktor dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,67 dan predikat sangat memuaskan.
Motivasi Siens menempuh pendidikan tinggi di usia senja berakar dari niat mulia untuk menjadi penuntut ilmu seumur hidup. “Saya juga ingin memberikan legacy bagi anak dan cucu,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari laman ITS, Rabu (22/4/2026). Ia meyakini bahwa Sang Pencipta menjanjikan kemudahan bagi mereka yang setia menuntut ilmu.
Menghadapi Tantangan Daya Ingat dan Motorik
Perjalanan akademis Siens, yang juga berprofesi sebagai Technical Advisor PT Indal Steel Pipe, tidaklah mulus. Ia mengaku menghadapi tantangan signifikan dalam pemilihan tema disertasi. Hampir di setiap jenjang ujian, Siens harus merombak kembali topik penelitiannya. Kondisi motorik dan memori yang mulai menurun semakin memperberat perjuangannya.
“Dengan tertatih-tatih saya mengumpulkan argumen demi argumen sehingga tersusunlah menjadi disertasi,” ungkapnya penuh kelegaan.
Melalui pengalamannya, Siens bersama Rochman (nama yang disebutkan dalam konteks, namun tidak ada detail lebih lanjut di artikel asli) menitipkan pesan kepada para mahasiswa untuk senantiasa menjaga semangat dan konsistensi dalam menempuh pendidikan. Mereka berharap generasi muda dapat meraih prestasi gemilang selama masa kuliah.
Pencapaian Siens ini selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta poin ke-9 mengenai Infrastruktur, Industri, dan Inovasi.






