Hype

Maia Estianty Ungkap Alasan Masih Jualan Online meski Ekonomi Sudah Mapan

Advertisement

Penyanyi dan pengusaha Maia Estianty angkat bicara mengenai anggapan publik yang mempertanyakan keputusannya untuk tetap aktif berjualan online meski secara finansial telah mapan. Ibu tiga anak ini mengaku sering menerima komentar bernada heran saat melakukan siaran langsung untuk mempromosikan produknya di media sosial.

“Kadang kalau lagi live, ada yang bilang, ‘Bunda sudah kaya raya, kok masih mau jualan sih?’ Ya itu pemikiran sempit. Malah yang begitu, kaum rebahan, malas saja,” ujar Maia, dikutip dari tayangan podcast bersama Atta Halilintar, Selasa (21/4/2026).

Bagi Maia, aktivitas bekerja bukan semata-mata didorong oleh kebutuhan ekonomi, melainkan telah menjadi kebiasaan dan prinsip hidup yang tertanam sejak lama. Ia berpandangan bahwa keterlibatan dalam bisnis justru merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menggerakkan roda perekonomian.

Maia juga mencontohkan suaminya, Irwan Mussry, yang meskipun telah memiliki banyak aset, tetap aktif bekerja. “Suami aku saja yang sudah punya banyak tetap kerja sampai sekarang, masih jualan jam tangan. Jadi kenapa harus berhenti?” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pandangan bahwa seseorang berhak berhenti bekerja setelah mencapai kemapanan finansial adalah keliru. Maia meyakini, semakin aktif seseorang berkarya, semakin besar pula dampak positif yang dapat ditimbulkannya.

“Ekonomi itu harus bergerak. Kalau kita kerja, kita membuka lapangan kerja, ada manfaatnya untuk orang lain,” tegas mantan personel Duo Ratu ini.

Advertisement

Lebih lanjut, Maia mengaku dirinya memang tidak terbiasa untuk berdiam diri. Aktivitas bekerja memberikannya kepuasan batin karena merasa tetap produktif dan berguna bagi lingkungan sekitar.

“Sudah kebiasaan, nggak bisa diam. Buat aku, kerja itu berarti melakukan sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.

Ia berpendapat bahwa kebiasaan positif ini yang membuat seseorang tetap bersemangat menjalani hidup hingga usia lanjut. Bagi Maia, bekerja bukanlah sebuah beban, melainkan bagian integral dari gaya hidup yang sehat.

“Kalau sudah terbiasa, sampai tua pun tetap senang melakukan hal-hal yang positif,” pungkas Maia.

Advertisement