Jerez – Menjelang seri keempat MotoGP 2026 di Sirkuit Jerez, Spanyol, Fabio Di Giannantonio menjadi salah satu pebalap yang paling dinanti kejutan performanya, khususnya dengan tunggangan terbarunya, Ducati Desmosedici GP26. Pebalap tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team ini mengungkapkan fokus utama timnya dalam pengembangan motor yang masih berusaha mengejar ketertinggalan dari Aprilia yang dominan di tiga seri awal.
Meskipun demikian, Di Giannantonio berhasil menunjukkan konsistensi luar biasa, menempatkannya di posisi keempat klasemen sementara. Ia menyadari tantangan yang dihadapi, terutama dalam mengoptimalkan potensi GP26.
“Kami fokus mengerjakan PR Desmosedici GP26, mencari setelan terbaik untuk mengoptimalkan bagian depan motor dan belok di tikungan yang tajam. Mempersiapkan paket yang lebih baik untuk balapan,” ujar Di Giannantonio, dikutip dari Crash, Rabu (22/4/2026).
Fokus Pengereman dan Kelincahan Tikungan
Selama jeda kompetisi di bulan April, tim VR46 Racing Team secara intensif menggarap dua aspek krusial pada motor Ducati GP26: sistem pengereman (braking) dan kemampuan bermanuver di tikungan (turning).
Di Giannantonio menilai, peningkatan performa pada bagian depan motor akan memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan saat balapan. Kemampuan untuk memaksimalkan potensi front end motor menjadi kunci, mengingat GP26 miliknya sejauh ini menjadi satu-satunya motor Ducati yang berhasil menembus podium di balapan utama, melalui finis ketiga di Grand Prix Brasil.
“Tujuannya adalah terus menemukan sensasi yang sama seperti saat ini, di mana saya bisa cepat,” ungkap pebalap asal Italia tersebut, menekankan pentingnya mempertahankan ritme dan kecepatan yang telah ia raih.
Persaingan Ketat di Papan Klasemen
Performa tajam Di Giannantonio di atas Ducati GP26 juga tercermin dari posisinya di klasemen sementara. Ia saat ini unggul lima poin dari juara dunia bertahan, Marc Marquez. Kedua pebalap sempat terlibat duel sengit di Brasil, serta insiden kontak saat sprint race di Austin beberapa waktu lalu, yang menambah panasnya persaingan.
Saat ini, Di Giannantonio terpaut 31 poin dari pemuncak klasemen, Marco Bezzecchi. Dengan optimisme terhadap peningkatan performa sektor depan motornya, ia berharap dapat memberikan tantangan yang lebih serius kepada para pebalap Aprilia yang mendominasi awal musim.
“Jerez adalah trek yang sangat kami kuasai, akan menarik untuk bisa kembali ke Eropa. Orang menyebut perebutan juara dunia dimulai di Eropa, tapi bagi kami, musim ini (2026) dimulai dengan sangat baik,” pungkas Di Giannantonio, optimis menyambut seri di sirkuit yang dianggapnya sangat bersahabat.






