Otomotif

Ini Dampak Campur BBM Oktan Rendah dan Tinggi pada Mesin Motor

Advertisement

Mencampur bahan bakar minyak (BBM) dengan nilai oktan berbeda, seperti Pertalite (RON 90) dengan Pertamax (RON 92) atau Pertamax Turbo (RON 98), masih kerap menjadi pilihan sebagian pengendara. Kebiasaan ini seringkali dilatarbelakangi keinginan untuk menjaga performa mesin tetap optimal sekaligus menghemat pengeluaran. Namun, para ahli bengkel mengingatkan bahwa praktik ini sebaiknya dihindari jika dilakukan terlalu sering karena berpotensi menimbulkan dampak negatif pada mesin kendaraan.

Supriyono, Kepala Bengkel Yamaha, menjelaskan bahwa perbedaan nilai Research Octane Number (RON) menjadi alasan utama mengapa pencampuran BBM tidak disarankan. “Kalau bisa dihindari, tapi kalau memang darurat sesekali masih aman. Karena nilai RON sudah berbeda, tentu ada efeknya kalau keseringan campur atau gonta-ganti BBM,” kata Supriyono saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/4/2026).

Perbedaan Nilai Oktan dan Dampaknya pada Pembakaran

Perbedaan oktan pada BBM memengaruhi proses pembakaran di dalam mesin. Kendaraan dengan rasio kompresi tertentu membutuhkan BBM beroktan lebih tinggi untuk pembakaran yang sempurna. Jika pencampuran BBM dengan oktan yang berbeda dilakukan secara rutin, Supriyono menyebutkan bahwa performa mesin dapat menurun.

Gejala yang paling umum dirasakan pengendara adalah suara mesin yang menjadi lebih kasar atau muncul bunyi “ngelitik” atau knocking. “Biasanya performa juga kurang bagus, bahkan kadang timbul suara kasar atau ngelitik,” ujarnya.

Advertisement

Potensi Kerusakan Jangka Panjang

Fenomena knocking terjadi akibat pembakaran yang tidak sempurna di dalam ruang bakar. Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang serius. Mulai dari penumpukan kerak pada komponen mesin hingga potensi kerusakan yang lebih parah.

Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar pengendara selalu menggunakan BBM yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan. Informasi ini biasanya tercantum jelas dalam buku manual kendaraan. Konsistensi dalam penggunaan BBM dengan oktan yang tepat dinilai sangat penting untuk menjaga performa dan memperpanjang usia pakai mesin.

Meskipun demikian, dalam situasi darurat di mana ketersediaan BBM dengan oktan yang sesuai terbatas, pencampuran masih dapat ditoleransi. Namun, hal ini ditekankan agar tidak dijadikan kebiasaan dan hanya dilakukan sesekali.

Advertisement