Lifestyle

Meryl Streep Bikin Kejutan di Premier The Devil Wears Prada 2, Ini Rahasia di Balik Gayanya

Advertisement

Meryl Streep kembali mencuri perhatian publik dengan penampilan yang tak terduga di premier global film “The Devil Wears Prada 2” di New York. Aktris peraih Piala Oscar ini tampil memukau dengan pilihan busana yang tidak hanya mencolok, tetapi juga kaya akan makna dan strategi gaya, mengingatkan pada karakter ikoniknya, Miranda Priestly.

Strategi Outfit Sebelum Momen Utama

Sebelum melangkah ke karpet merah, Meryl Streep terlihat mengenakan mantel bermotif cheetah dari koleksi Gucci. Namun, busana ini ternyata merupakan bagian dari strategi sang stylist, Micaela Erlanger, untuk menciptakan elemen kejutan.

“Kami ingin mengecoh penggemar dengan tampilan yang tertangkap kamera sebelum momen utama,” ujar Erlanger kepada Elle (20/4/2026).

Langkah ini dirancang untuk membangun antisipasi dan membuat penampilan utamanya di karpet merah terasa lebih dramatis.

[video.1]

Cape Coat Givenchy: Simbol Kekuatan dan Kewibawaan

Pada penampilan resminya di karpet merah, Streep mengenakan cape coat merah-oranye rancangan Sarah Burton untuk Givenchy. Busana ini dipadukan dengan dasi di bagian leher dan sarung tangan kulit panjang yang menambah kesan dramatis.

Aksesori dari David Yurman dan sepatu dari Stuart Weitzman melengkapi tampilan tersebut. Menurut Erlanger, gaya ini secara keseluruhan mencerminkan tiga elemen kunci: “bold, powerful, and classic.” Penampilan ini dinilai berhasil memancarkan aura otoritas yang sangat lekat dengan karakter Miranda Priestly.

[img.2]

“Meta Dressing”: Evolusi Gaya Meryl Streep

Meskipun terinspirasi dari karakter Miranda Priestly, Erlanger menekankan bahwa pilihan busana tersebut bukan sekadar meniru. Dalam laporan Marie Claire (20/4/2026), Erlanger menyebut pendekatan ini sebagai “meta dressing“, sebuah konsep yang menggabungkan referensi karakter dengan identitas pribadi sang aktris.

“Yang ingin ditonjolkan adalah sosok perempuan sukses di puncak kariernya,” jelas Erlanger.

Advertisement

Pendekatan ini menjadikan gaya Streep terasa lebih personal dan bukan sekadar kostum film.

Power Dressing Menjadi Benang Merah

Sepanjang tur promosi film, Meryl Streep konsisten menampilkan gaya power dressing. Ia kerap memilih setelan yang tajam, siluet tegas, serta warna-warna berani. Elemen seperti kacamata hitam dan blazer menjadi penunjang penting dalam membangun karakter kuat.

Menurut Erlanger, pilihan ini bertujuan untuk menampilkan otoritas dan kepercayaan diri dalam setiap penampilannya.

Detail Kecil sebagai Kunci Storytelling Fashion

Selain busana utama, detail-detail kecil juga memainkan peran krusial dalam keseluruhan konsep gaya. Beberapa tampilan bahkan menyisipkan referensi halus ke film pertama “The Devil Wears Prada”, seperti penggunaan motif hewan dan layering aksesori yang mengingatkan pada adegan ikonik.

Pendekatan ini membuat gaya Streep terasa seperti sebuah “referensi dalam referensi”, menambah kedalaman pada penampilannya.

Keseimbangan Antara Karakter dan Identitas Pribadi

Meskipun banyak terinspirasi dari karakter Miranda Priestly, gaya Meryl Streep tetap menonjolkan dirinya sebagai seorang individu. Beberapa busana bahkan menampilkan elemen personal yang berkaitan dengan perjalanan kariernya.

“Kami mendandani orang nyata, bukan karakter,” tegas Erlanger, menekankan tujuan utama untuk menjaga keseimbangan antara karakter film dan identitas asli sang aktris.

Advertisement