Money

Pemerintah Incar Pasar China, Panda Bond Ditargetkan Terbit Semester II 2026

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia tengah mengkaji penerbitan surat utang global dalam mata uang Renminbi di pasar China Daratan, yang dikenal sebagai Panda Bond. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan global yang diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menargetkan penerbitan Panda Bond dapat terealisasi pada semester II tahun 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa penerbitan ini bertujuan untuk menekan biaya utang serta memperluas basis investor, sekaligus menjadi alternatif di luar pasar tradisional.

“Jadi gini, salah satu perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto adalah melakukan diversifikasi sumber pembiayaan global,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Diskusi Intensif dengan China

Rencana ini telah dibahas dalam pertemuan intensif dengan Menteri Keuangan China dan mendapat respons yang sangat positif. Indonesia menyampaikan niatnya untuk menerbitkan obligasi dalam mata uang yuan di pasar China, dan Pemerintah China memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut.

“Antara lain kita bilang juga kita ingin menerbitkan Panda Bond di sana, dia amat setuju dan hubungannya di China itu murah, cuma 2,3 persen, jadi kita bisa menekan cost of capital kita tadi yang sibuk interesnya,” ujar Purbaya.

Dalam pembicaraan tersebut, China juga menawarkan skema timbal balik dengan membuka peluang untuk menerbitkan obligasi di Indonesia. Pemerintah Indonesia menyambut baik tawaran ini, menilai bahwa skema tersebut akan memperkuat kerja sama keuangan antara kedua negara.

“Terus China juga bilang boleh gak kami terbitkan bond mereka di Indonesia, saya bilang boleh, kita timbal balik lah kalau ada investor Indonesia yang mau beli bond sama China boleh juga,” ucap Purbaya.

Advertisement

Memperkuat Hubungan Ekonomi dan Daya Tawar

Hubungan ekonomi antara Indonesia dan China dinilai tetap kuat, mengingat China merupakan mitra dagang terbesar bagi Indonesia. Purbaya meyakini bahwa hasil pembicaraan ini akan membawa dampak positif bagi hubungan perdagangan internasional kedua negara ke depan.

“Jadi China adalah partner dagang terbesar kita, jadi pada perbicaraan itu hasilnya amat positif, saya pikir kedepan hubungan kita dengan China dalam hal perdagangan internasional akan tetap baik,” katanya.

Lebih lanjut, rencana penerbitan Panda Bond ini juga akan dimanfaatkan sebagai strategi negosiasi dengan investor global. Pemerintah akan menyampaikan opsi pembiayaan alternatif ini kepada investor di Amerika Serikat.

“Tapi informasi itu saya kasih tau juga ke investor-investor bond di Amerika Serikat, jadi kita ngomongin bahasa halusnya, kalau lo gak mau yang lain ada yang mau, hubungannya lebih murah lagi,” ujar Purbaya. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tawar Indonesia dan mendorong minat investor terhadap surat utang negara.

Respons dari lembaga keuangan di China juga dilaporkan positif, dengan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) disebut menunjukkan ketertarikan terhadap instrumen Panda Bond.

Advertisement