Regional

Pengembangan PSEL di Cicukang Oxbow, Pemerintah Kabupaten Bandung Siap Suplai Sampah 1000 Ton

Advertisement

Pemerintah Kabupaten Bandung mengusulkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Cicukang Oxbow di Kecamatan Margaasih sebagai lokasi potensial untuk pengembangan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah ini diambil sebagai strategi pendukung komitmen daerah untuk menyuplai sampah ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPPAS) Regional Sarimukti pada tahun 2029.

Usulan tersebut mengemuka setelah Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) di Jakarta pada awal April lalu, terkait pengembangan PSEL di TPPAS Regional Sarimukti. Kabupaten Bandung menargetkan untuk dapat menyuplai sampah hingga 1.000 ton per hari ke Sarimukti saat fasilitas tersebut beroperasi penuh.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Abdul Wahid Fauzy, menjelaskan bahwa Bupati telah mengajukan dua titik lokasi kepada Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, untuk dikembangkan sebagai lokasi PSEL mandiri. Dua opsi tersebut adalah eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jelekong dan TPST Cicukang Oxbow.

Abdul Wahid Fauzy menyatakan bahwa TPST Cicukang Oxbow dinilai lebih memungkinkan untuk dikembangkan. “Lokasinya strategis karena dekat dengan aliran Sungai Citarum yang menyediakan sumber air memadai untuk menunjang kebutuhan teknologi PSEL,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (22/4/2026).

Advertisement

Kendala Lahan di Cicukang Oxbow

Meskipun memiliki keunggulan geografis, pengembangan PSEL di TPST Cicukang Oxbow masih menghadapi kendala terkait ketersediaan lahan. Saat ini, luas lahan yang tersedia baru mencapai satu hektar, sementara kebutuhan minimal untuk pembangunan infrastruktur PSEL diperkirakan mencapai lima hektar.

Dibandingkan dengan opsi di eks TPA Jelekong, yang dinilai sulit direalisasikan dalam waktu dekat. Selain tantangan teknis pengolahan di lahan bekas pembuangan sampah, aspek sosial juga menjadi hambatan. Terdapat resistensi dari warga setempat terhadap rencana pengaktifan kembali wilayah tersebut untuk pengolahan sampah berskala besar.

“Peluang di Cicukang Oxbow masih sangat terbuka. Kami sedang menyiapkan skema perluasan lahan untuk memenuhi syarat minimal. Draf awal mengenai rencana ini sudah kami sampaikan kepada Menteri Lingkungan Hidup,” ujar Abdul Wahid Fauzy.

Advertisement