PADANG, KOMPAS.com – Embarkasi Padang bersiap menyambut musim haji 2026 dengan menerapkan skema layanan baru yang lebih terintegrasi. Perubahan paling signifikan adalah pembagian Kartu Nusuk yang akan dilakukan lebih awal, langsung di tanah air saat jemaah tiba di embarkasi.
Langkah ini bertujuan untuk memangkas birokrasi layanan setibanya jemaah di Arab Saudi dan memperkuat sistem One Stop Service (OSS) di Asrama Haji Padang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat, M Rifki, menekankan bahwa peningkatan layanan di embarkasi menjadi prioritas utama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
“Embarkasi adalah etalase pelayanan jemaah haji. Di sinilah kualitas layanan benar-benar dirasakan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ujar Rifki saat meninjau Asrama Embarkasi Padang.
Inovasi Layanan untuk Efisiensi
Kemenhaj Sumbar telah melakukan sejumlah penyesuaian teknis untuk memastikan efisiensi waktu dalam alur layanan jemaah.
- Integrasi Kartu Nusuk: Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana kartu ini diterima jemaah setibanya di Arab Saudi, tahun ini Kartu Nusuk akan diserahkan lebih awal di embarkasi melalui alur OSS.
- Distribusi Stiker Koper Kabin: Stiker koper kabin kini didistribusikan di tingkat kabupaten/kota melalui kantor Kemenhaj setempat.
“Selama ini stiker ditempelkan di asrama oleh petugas. Dengan dibagikan di daerah, jemaah bisa langsung menuju kamar tanpa menunggu lama di embarkasi,” jelas Rifki.
Untuk mengantisipasi penumpukan di aula kedatangan, panitia juga akan menyediakan tenda besar di area luar sebagai ruang transit. Tujuannya adalah agar alur jemaah lebih tertib dan nyaman.
Simulasi untuk Meminimalisir Kendala
Demi kelancaran penerapan skema baru ini, seluruh panitia PPIH telah melaksanakan simulasi menyeluruh terkait pelaksanaan OSS.
Simulasi tersebut mencakup setiap tahapan proses, mulai dari kedatangan jemaah hingga integrasi penyerahan dokumen digital. Rifki menegaskan bahwa evaluasi akan terus dilakukan untuk menyempurnakan layanan.
“Jika ada layanan yang bisa diselesaikan di daerah, tentu akan kita optimalkan agar proses di embarkasi menjadi jauh lebih efisien,” katanya.
Melalui transformasi digital dan penyederhanaan prosedur ini, Kemenhaj Sumbar menargetkan operasional haji 2026 di Embarkasi Padang menjadi yang paling terintegrasi dan ramah bagi jemaah, terutama bagi jemaah lansia yang memerlukan kecepatan layanan.






