Regional

Soal Tanah Gerak di Jangli: Pemkot Semarang Siapkan Huntara, Sebut Warga Pilih Bertahan

Advertisement

Semarang – Pemerintah Kota Semarang tengah mempersiapkan opsi hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana tanah gerak di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang. Namun, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengungkapkan adanya kendala karena warga memilih untuk tetap bertahan di lokasi mereka yang dinilai sudah tidak layak huni.

“Pemerintah ingin menyiapkan hunian sementara, tetapi warganya ingin tetap tinggal di sana,” ujar Agustina pada Rabu (22/4/2026), merujuk pada kondisi tempat tinggal korban yang sudah tidak memadai.

Agustina menjelaskan bahwa alasan utama warga tetap bertahan adalah kedekatan lokasi dengan tempat kerja mereka. “Ini berkaitan dengan sumber penghidupan mereka yang berada di sekitar lokasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika warga direlokasi ke area seperti Rowosari, jarak tempuh ke tempat kerja akan semakin jauh. Hal ini berpotensi meningkatkan pengeluaran harian masyarakat. “Spend money (uang yang dikeluarkan) akan menjadi lebih tinggi untuk mereka bisa bekerja seperti biasanya. Maka apa pun kami siapkan,” tegasnya.

Terus Berdialog Mencari Solusi

Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kota Semarang memastikan terus melakukan dialog dengan warga untuk mencari solusi terbaik. Berbagai opsi penanganan akan terus disiapkan dan didiskusikan.

Advertisement

“Nanti kalau masyarakatnya memang keberatan, kami diskusikan kembali. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi,” harap Agustina.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Semarang juga telah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tujuannya adalah untuk merumuskan skema penanganan yang lebih komprehensif.

“Mudah-mudahan bisa mendapatkan solusi terbaik bagi masyarakat,” pungkas Agustina.

Advertisement